Penuturan Keempat Perampok: ?Kami Sudah Beraksi di Lima TKP
Selasa, 29 September 2009
 
Keempat perampok yang ditangkap Sat Reskrim Poltabes Pekanbaru dan Tim Opsnal Polsekta Tampan, Hendra (35), Eka Saputra (30), Arbert, dan Hengky terlihat begitu terpukul. Keganasan mereka saat merampok langsung luruh di hadapan polisi dan puluhan wartawan media massa.
Mereka mengaku sudah merampok di lima lokasi. Mulanya para perampok melakukan aksi di SPBU Simpang Simalinyang. Dalam perampokan SPBU itu mereka membawa kabur uang sebesar Rp115 juta. Kemudian aksi itu kembali dilakukan terhadap toko emas di Danau Bingkuang dalam aksi ini mereka beraksi membawa kabur uang sebesar Rp40 juta.

Tak cuma itu, beberapa hari setelah di toko emas tersebut, para perampokan ini mengaku kembali beraksi di toko Panam Komputer di Jalan HR Soebrantas. Dalam aksi ini mereka berhasil membawa kabur laptop sebanyak 14 unit dan korban kerugian sebesar Rp79 juta.

Tidak puas dengan aksi yang ketiga kali ini, mereka kembali merampok nasabah PLN di Jalan Pasir Putih. Kali ini mereka berhasil menyikat uang sebesar Rp80 juta. Kemudian sehari setelah itu, keempat perampok tersebut kembali beraksi di Jalan Nalayan Rumbai.

Namun kali ini para perampok tersebut hanya bisa mendapat uang sebesar Rp1,5 juta dan satu unit Hp. ‘’Kami pertama kali beraksi sejak tahun 2006 bang. Saya sudah dua kali ditangkap, Hengky sudah lima kali, kalau Hendra dan Albert baru kali ini. Senjata api itu kami pinjam dari JK di Sumbar,’’ ujar Eka Saputra yang pernah terlibat dalam perampokan di Medan.

Tak cuma itu, keempat perampok ini juga mengaku tidak segan-segan melukai para korban yang melawan pada saat mereka beraksi. ‘’Kalau ada yang melawan terpaksa kami lumpuhkan bang, dari pada kami yang mati. Saya, Hendra sudah sering merampok bang, kalau Hengky dan Arbert baru beberapa kali,’’ ungkapnya.

Dijelaskan juga, dalam perampokan di Panam Komputer mereka beraksi hanya lima orang, di SPBU mereka beraksi tujuh orang, di Jalan Nelayan para perampokan ini beraksi lima orang, sedangkan di Jalan Pasir Putih mereka mengaku beraksi enam orang.

‘’Saya dan Hendra tergantung permintaan yang mengajak kami. Kalau senjata api itu saya yang pegang,’’ kata Eka Saputra.  =MXD

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >