Terpengaruh Omongan Dukun Gadungan
Minggu, 14 Juni 2009
 
UNTUK memudahkan proses penyelidikan terkait kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan seorang pria tak dikenal, Tim Penyidik Polsekta Rumbai Pesisir melakukan pemeriksaan terhadap korban, seorang guru mengaji, Hj Salmah (54). Dalam pemeriksaan itu ternyata, pelaku mempengaruhi korban dengan modus berpura-pura sebagai dukun.
Demikian ditegaskan Kapolsekta Rumbai Pesisir, AKP Ferizal didampingi Kanit Reskrim, Iptu Ridwanto kepada Pekanbaru MX, Ahad (14/6). ‘’Saksi-saksi terkait kasus itu mulai diperiksa. Hingga kini pelaku masih dalam lidik,’’ kata Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan korban diperoleh keterangan bahwa peristiwa itu terjadi, Selasa (9/6) sekitar pukul 21.30 WIB di kediaman korban di Jalan Khayangan, Rumbai Pesisir. Awalnya sekitar pukul 19.00 WIB, korban nongkrong di warung gorengan Nurmi yang berada persis di depan rumahnya.

Asyik ngobrol tiba-tiba datang seorang pria. Setelah berbasa-basi, pria yang tak dikenal itu mulai melancarkan aksinya. Kepada korban ia mengaku bisa mengobati segala penyakit yang ada di dalam tubuh serta menangkal rumah dari kemasukan maling.

Omongan dan tampilan pria tak dikenal itu benar-benar membuat Hj Salma terpengaruh. Sampai-sampai, pelaku dibawakannya ke rumah untuk memperagakan ilmunya dalam menangkal maling. Pasalnya, belakangan ini kediaman Hj Salma sering dimasuki pencuri.

Layaknya seorang paranormal yang bisa mengobati segala penyakit, pelaku meminta dua butir telur ayam dan sepotong jeruk asam. Lalu membaca mantra dan jampi di peragakan dalam prosesi penyembuhan.

Keponakan korban, Pratomo (24) yang kebetulan saat itu berada di rumah kemudian diminta pelaku ke warung untuk membeli teh bubuk yang katanya akan digunakan untuk obat. Tinggallah korban dan pelaku berduaan di rumah.

Merasa aman, pelaku pun mulai beraksi. Kepada korban, pelaku kemudian meminta uang sebesar Rp140 ribu dengan alasan uang itu berfungsi dalam prosesi itu. Korban begitu saja percaya dan langsung menyeranghkan uang yang diminta.

Melihat korbannya mudah terpedaya, pelaku kemudian beraksi lagi. Hanphone Hp) milik korban dipinjam yang katanya buat melihat jenis penyakit yang berada di tubuh korban. Hal itu tetap tak membuat korban curiga. Tanpa merasa ada suatu kejanggalan, korban mengikuti permintaan pelaku. Hingga Hp ikut diserahkan.

Sebelum keponakan korban pulang dan aksinya terbongkar, pelaku cepat-cepat merencanakan pergi dari tempat itu. Dengan dalih akan membuang jeruk asam yang digunakan untuk pengobatan, pelaku kemudian kabur.

Korban sendiri baru sadar setelah pelaku tak juga menampakkan batang hidungnya setelah lama keluar sejak mengatakan akan membuang jeruk asam itu. Akhirnya korban menyadari kalau ia sudah tertipu. Sekitar pukul 22.30 WIB korban kemudin melapor ke Polsekta Rumbai Pesisir. ***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >