Konflik Masalah Uang Panwaslu Siak Berlanjut
Senin, 15 Juni 2009
 
SIAK—Kemelut di tubuh lembaga resmi Panwaslu Kabupaten Siak seolah-olah tak ada hentinya. Hanya dalam waktu sekejap, sebuah masalah timbul ke permukaan, dan menarik perhatian banyak pihak.
Dari rentetan masalah yang timbul itu, masalah uang adalah awal mulanya. Bayangkan saja, di tengah hiruk-pikuk akan dilaksanakannya Pemilu Legeslatif, beberapa waktu lalu dengan penuh ketegasan pula, langkah cepat diambil oleh para ketua Pokja untuk mengantikan Ketua Panwaslu Kabupaten Siak yang saat itu tengah diemban oleh  Ahmad Tarmizi.

Soal pergantian ketua Panwaslu Siak bukannya perkara yang mudah untuk menyelesaikan masalah. Tersebab dari itu semua, kini muncul pula perkara baru, tentang indikasi adanya penyelewengan dana kegiatan Panwaslu yang jumlahnya lumayan terbilang besar hingga ratusan juta rupiah. Lalu pertanyaan siapa yang bertanggung jawab atas raibanya dana ratusan juta rupiah tersebut?

Persoalannya begini, sebelum menjabat sebagai Ketua Panwaslu Kabupaten Siak, Ahmad Tarmizi juga pernah menjabat sebagai Sekretaris Panwaslu. Karena seiring berjalannya waktu, Ahmad Tarmizi tidak lagi menjabat sebagai sekretaris melainkan sebagai Ketua Panwaslu.  

Menurut Ketua Panwaslu Siak yang baru Ikcwanur Abror beberapa hari lalu kepada wartawan, adanya dana Rp500 juta yang telah dicairkan dan digunakan dana itu hingga tingkat Kecamatan,  ternyata hanya sebanyak Rp400 juta yang diketahui secara jelas kemana pergianya. ‘’Sedangkan sisanya Rp100 juta diduga raib begitu saja,’’ kata Ikchwan.

Yang lebih parahnya, ternyata untuk medio tahun 2008, dana Panwaslu Siak telah dicairkan hingga Rp1,3 miliar. Sekali lagi di lapangan dana hanya digunakan sebanyak Rp800 juta, sedangkan sisanya juga raib, itu diketahui setelah pihak Panwaslu sekarang melakukan pengecekan ke BRI Siak. Ketidakbecusan dalam pengelolahan uang Panwaslu di Kabupaten Siak ini, tentunya membuat sejumlah pihak meradang.

Untuk mengetahui lebih jelas dana yang diduga raib itu dikemanakan, dua orang petinggi Panwaslu Kabupaten Siak Ichawnur dan Dolsani beberapa hari lalu mendatangi kediaman sekretaris Panwaslu Siak yang lama yakni Harahap Halim di Rumbai. Namun kedatangan itu tidak disambut baik oleh yang bersangkutan, bahkan kabur saat melihat dua petinggi Panwaslu Siak itu datang ke kediamannya.

Dalam perjalanan Panwaslu Kabupaten Siak, permasalahan tidak semata-mata diketahui sekarang baru muncul, namun ketidaktransparanan Tarmizi Ahmad beberapa waktu lalu dalam setiap menjalankan tugasnya, membuat posisinya sebagai ketua digoyang.

Dan dengan rapat pleno yang dilakukan para Ketua Pokja, Tarmizi akhirnya terjungkal dari posisi Ketua dan ditunjuklah Ir Icwanur Abror sebagai penganti Tarmizi.  Parahnya lagi, pergantian jabatan Ketua dari Tarmizi itu bukan berjalan mudah begitu saja. Sebab, segala manuver politik yang sifatnya meminta dukungan daripada anggota Panwaslu Kecamatan se Kabupaten Siak saat itu bergulir hebat.
 
Bahkan, dengan berbekal tanda tangan sejumlah Ketua Panwas Kecamatan, Tarmizi dengan yakin pula pergantian dirinya itu tidak sah. Tapi itu menurut kubu Tarimzi, dilain pihak Panwaslu Kabupaten Siak secara resmi pula menerima surat yang menyatakan bahwa Ichwanur resmi menjabat sebagai Ketua Panwaslu Kabupaten Siak untuk mengantikan Tarmizi. =MXG
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >