Joni: KEK Jangan Sampai Dimonopoli
Minggu, 14 Juni 2009
 
TERKAIT adanya dugaan akan terjadinya monopoli oleh Wilmar jika Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Kota Dumai ditempatkan di kawasan Pelintung, seperti dilansir di sebuah media terbitan Jakarta Rabu lalu, disikapi serius oleh Wakil Ketua Kadin Kota Dumai Ahmad Joni Marzainur SH.
Dikatakan Joni, seharusnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) itu dapat dimanfaatkan oleh semua pihak, sehingga tidak terjadi monopoli. ‘’Memang saya pernah baca di media terbitan Jakarta, dikuatirkan jika KEK ditempatkan di Kawasan Pelintung diduga akan di monopoli oleh Wilmar.

Untuk itu kita meminta penjelasan Provinsi, sebenarkan KEK itu untuk siapa, kemana dan apa fungsi dan tujuannya karena masih banyak masyarakat Dumai yang belum mengerti, dan apa yang sudah dilakukan oleh Pemprov Riau sendiri terkait persiapan KEK ini’’ tanya Wakil Ketua Kadin Kota Dumai begitu membaca media terbitan nasional terkait adanya dugaan monopoli di kawasan Pelintung tersebut.

Wakil Ketua Kadin ini juga mempertanyakan apakah KEK itu berbentuk kawasan tersendiri atau untuk satu Kota Dumai, yang bisa dimanfaatkan oleh semua pihak/perusahaan yang ada di Kota Dumai.

Karena menurut Jhoni, sampai hari ini Pemko Dumai belum memiliki kawasan seluas 1000 hektar untuk lokasi dijadikan KEK tersebut. ‘’Seharusnya Pemerintah atau Pemko Dumai sudah punya lahan sendiri di lokasi KEK. Sehingga, benar-benar dapat dimanfaatkan oleh semua pihak untuk dapat bersaing khusus memajukan Kota Dumai umumnya bagi kemajuan Riau’’ imbuhnya.

Wali Kota Dumai H Zulkifli AS yang dikonfirmasi RPG soal KEK  mengatakan, sebenarnya pemerintah jauh-jauh hari sudah melakukan berbagai upaya dan kesiapan untuk menuju KEK dipusatkan di Kota Dumai tersebut. ‘’Bahkan KEK ini sudah dibahas di DPR RI dan akan di Undang-Undangkan. Artinya jika semakin cepat tentu akan semakin bagus. Dan dalam memperjuangkan KEK ini kita  tidak bisa sendiri, tapi ini juga menyangkut Pusat. Nah, terkait sisi kelemahan ini tentu ada, dan sisi kabikan juga ada, selain dapat menyerap tenaga kerja, mengurangi kemiskinan. Sekali lagi plus minus pasti ada’’ demikian Zulkifli AS.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >