Ekonomi Faktor Hancurnya Rumah Tangga
Minggu, 14 Juni 2009
 
TAPUNGHILIR— Persoalan rumah tangga sering kali muncul karena disebabkan faktor ekonomi. Jika hal tersebut tidak bisa terpenuhi, maka keutuhan rumah tangga akan fatal. Tak jarang perceraian terjadi. Hal ini diungkapkan Ketua Gerakan Organisasi Wanita (GOW) Kampar, Irhamah Yazib BA saat acara sosialisasi GOW di Kantor Camat, Tapung Hilir, Sabtu (13/6).
Gambaran sebuah kehidupan rumah tangga dapat diistilahkan dengan kalimat ‘’ada uang abang sayang, tak ada uang abang melayang . Kalimat itu merupakan ilustrasi dari kehidupan nyata dalam membina rumah tangga yang sering menjadi persoalan. Oleh karena itu GOW mengajak semua kaum ibu melalui peserta sosialisasi GOW untuk memberikan pemahaman kepada kaum ibu. Karena wanita sesungguhnya memiliki peran dan fungsi yang cukup besar dalam membina kerukunan hidup berumah tangga dan di dalam kehidupan bermasyarakat.

Ada lima peran Perempuan yang harus dipahami dan diimplementasikan didalam kehidupan sehari-hari yakni sebagai pendamping suami dan penerus keturunan, pengelolah rumah tangga, pendidik, pencari nafkah tambahan dan sebagai anggota masyarakat. Acara sosialisasi itu dihadiri Camat Tapung Hilir, Drs Jonriadi dan Ketua TP PKK Tapung Hilir, Ny Jonriadi, Ny Neflizal, Ny Repol, Ny Syawir, Hj Erni, Ny Lukas.

Irhamah menjabarkan makna peran perempuan satu persatu. Kaum perempuan diminta dapat menjadi pendamping bagi suami dalam suka dan duka. ‘’Jadilah pendamping suami dalam suka dan duka, jangan ada uang abang sayang, tidak ada uang abang melayang,’’ ucapnya pada peserta yang berjumlah sekitar 50 orang.

Ditambahkannya, secara kondrat kaum perempuan untuk melahirkan, membesarkan dan penerus keturunan dari masing-masing pasangan hidupnya. Tapi jangan salah, perempuan juga harus mampu mengelola kehidupan rumah tangga dengan baik dan iklas. Selain itu mampu merawat diri, bersikap dan berprilaku yang baik terhadap anak dan suami dalam membina kerukunan hidup berumah tangga. =*6
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >