|
TEBINGTINGGI— Guna mengungkap delapan tahanan kabur dari sel Mapolsek Tebing Tinggi, Sabtu (14/6) sekitar 04.00 WIB lalu, jajaran Polsek Tebing Tinggi dan Polres Bengkalis, hingga kini masih menyebar ke lapangan.
Pasalnya, pasca peristiwa itu, belum satu pun dari delapan tahanan terbelit kasus dari tersangka Curanmor hingga pencurian durian tersebut berhasil ditangkap petugas. Kini, petugas yang dikerahkan ke lapangan itu sedang melacak keberadaan para Napi tersebut.
Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Adjie Rustam Ramdja melalui Kabid Humas Polda Riau, AKBP Drs Zulkifli MH mengatakan, delapan tahan kabur dari sel Mapolsek Tebing Tinggi belum ditemukan.
‘’Jajaran Polsek Tebing Tinggi dan Polres Bengkalis membagi dua tim yakni sebagian menjaga ketat jalur pintu masuk dan sebagian lagi menyebar ke lapangan. Sampai saat ini, belum menuaikan hasil, dan personel yang berada di lapangan belum mengendus keberadaan kedelapan tahanan kabur itu,’’ ujar AKBP Drs Zulkifli MH dihubungi Pekanbaru MX melalui ponselnya, Ahad (14/6), seraya menyebutkan personel itu sedang melakukan pelacakan keberadaan mereka tersebut.
Kabid Humas Polda Riau mengimbaukan, pada masyarakat yang melihat seseorang yang mencurigakan agar segera menghubungi kantor polisi terdekat. Sebab, dengan peran serta seperti ini, tentunya sesuatu yang diharapkan akan tergapai yakni terciptanya situasi yang kondusif. ‘’Mudah-mudahan, dalam waktu secepatnya ke delapan tahan kabur itu berhasil ditangkap,’’ pinta AKBP Drs Zulkifli MH.
Sebagai catatan, ke delapan tahanan yang kabur itu di antaranya lima sudah ada surat perintah penahanan (SPP) yakni masing-masing bernama Anton (tersangka pencurian Laptop), Idoyanto (Tersangka Curanmor), Paturahan, Junaidi dan Iwan (Tersangka pencurian Hp). Kemudian, tiganya lagi belum ada SPP yakni masing-masing bernama Herman dan Satar (Tersangka pencurian Durian) dan Yudi (Tersangka Ganja). =MXQ |
|
|