Tongli Tewas Diduga Karena Diracun
Minggu, 14 Juni 2009
 

SEEKOR gajah yang diketahui bernama Tongli ditemukan mati di wilayah Kecamatan Minas, tepatnya di Ransau Kuning milik perusahaan PT Arara Abadi Jumat (12/6) lalu. Diduga gajah itu mati karena diracun oleh oknum yang tak bertanggung jawab .
Hal ini diperkuat karena gading gajah yang berusia 30 tahun ini sudah tidak ada lagi di badan Tonli.    

Seorang pawang gajah di daerah itu bernama  Zanner Marbun menyebutkan, gajah itu mati dalam keadaan mengenaskan di tempat yang biasanya Tongli diikat.

‘’Setelah kita mendapat laporan dari Zanner, kita langsung turun ke lokasi. Ternyata kematian Tongli sangat menyedihkan, kepalanya hilang bersama gading yang tinggal hanya badan serta belalai saja,’’ jelas Kepala Penanggungjawab Pusat Latihan Gajah (PLG) Robin, Sabtu (13/6).

Menurun Robin, Tongli tidak saja patuh dan jinak, namun sangat pandai memainkan berapa atraksi seperti sepakbola, menyambut kedatangan tamu dan tarian poco-poco. Karena itulah, sehingga Tongli selalu ditampilkan setiap ada kunjungan tamu.

Kematian Tongli jelas membawa kesedihan bagi pihak perusahaan, karena memelihara Tongli tidaklah mudah. Apalagi gajah jantan ini telah tinggal di PLG sudah 15 tahun. ‘’Selama 15 tahun sudah kita pelihara, dengan kematian Tongli, gajah yang tinggal tinggal kini hanya 8 ekor, dua ekor masih  anak gajah. Dan pagi Sabtu (13/6), setelah diotopsi oleh dokter hewan Rini, kita langsung menguburkan dengan menggunakan alat berat. Kematian Tongli ini sangat menyedihkan bagi kami,’’ kata Robin.

Dikatakan Robin, di PLG petugas ditempatkan sebanyak 15 orang sesuai dengan tugas yang telah diberikan untuk mengurus masing-masing gajah. Dari delapan gajah yang tinggal, dua masih berusia sekitar dua tahun keatas.

Tongli mati saat masih berada dalam ikatan yang tidak berapa jauh dari mess, sekitar 500 meter. Kematian Tongli diduga diracuni, hal ini diperkuat dengan tidak ditemukan kepala serta gading gajah, bahkan ditemukan buah nenas di sekitar lokasi tempat matinya Tongli.

‘’Di lokasi tidak ditemukan kepala dan gading Tongli. Kejadian ini segera kita laporkan ke pihak BKSD Riau dan pihak Kepolisan Minas, bersama mereka kita langsung turun ke PLG Rasau Kuning. Kita pesan pada karyawan disana untuk tidak menyentuh bangkai gajah, sebelum kedatangan polisi dan dilakukan otopsi dari dokter hewan,’’ jelas Robin.

Sementara Humas PT AA Musherizal Yatim sangat menyayangkan matinya gajah milik perusahaan. Apalagi kematian gajah yang menjadi andalan perusahaan itu sangt mengenaskan dengan kepala sudah hilang.

Di tempat terpisah, Kapolres Siak AKBP Hisbullah melalui Kapolsek Minas, AKP Sugeng mengatakan, bahwa pihaknya masih menyelidiki kasus kematian gajah milik PT AA itu. ‘’Saat ini kita sedang melakukan penyidikan kasus kematian gajah PT AA. Satu orang saksi sudah kita panggil, selanjutnya para karyawan dan pawang gajahnya. Dugaan sementara kematian gajah Tongli diduga karena diracuni. Namun pihaknya masih menyelidiki lebih jauh lagi dengan memanggil saksi-saksi,’’ jelas Kapolsek.MXP/***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >