|
Zai (46) tersangka perkosaan terhadap wanita sebut saja Gadis (22) warga Jalan Cik Ditiro ini terlihat bagai tak bersalah saja. Ketika ditemui Pekanbaru MX di Mapolsekta Senapelan, Zai dengan tenang mengatakan, kalau dirinya dan korban sudah pacaran selama dua minggu.
Dan Zai melakukan itu terhadap Gadis, karena mereka sudah berjanji akan segera melakukan pernikahan. Menurut pria yang sehari-hari bekerja sebagai tukang ojek ini, sebelum melakukan hubungan terlarang itu, dirinya bersama korban pergi makan jagung bakar di bawah jembatan Siak I.
Setelah makan jagung bakar, Zai membawa korban ke hotel Siak Resort. Di dalam kamar hotel itulah mereka melakukan hubungan layak suami istri sebanyak empat kali.’’ Kami melakukan itu atas suka sama suka. Saya tidak pernah merobek celana dalam Gadis, mungkin itu robek pada saat kami berpelukan,’’ ujar Zai sambil tersenyum.
Zai juga mengatakan, dirinya sudah lama pisah dengan istri sejak dirinya ditahan dalam kasus pembacokan pada tahun 2008 lalu. Sejak pisah dari istrinya itu, Zai ternyata jatuh cinta terhadap Gadis.
Tepatnya dua minggu lalu, hubungan mereka terjalin, sehingga Zai berani membawa jalan-jalan pacarnya itu. ‘’Saya sudah pisah dari istri saya. Memang saya cinta saya Gadis, saya siap bertanggungjawab atas perbuatan saya ini. Gelang itu bukan saya rampas, memang saya ambil takut diambil orang ketika Gadis pulang ke kampung halamannya di Batu Sangkar,’’ ujar bapak dua anak ini.
Selain itu Zai juga menambahkan, malam kejadian itu memang dirinya bersama Gadis ingin tidur bersama. Karena sudah satu tempat tidur, sehingga nafsu birahinya naik, hingga Zai lupa apa yang telah dilakukannya terhadap Gadis pada malam itu.
Keterangan Zai ini berbalik belakang dengan keterangan korban di Kepolisian. Dalam keterangan korban, tersangka memaksa terpaksa melayaninya dibawah ancaman. Dan tak cuma itu, korban juga disekap di rumah temannya. Selainitu gelang emas korban pun diambil tersangka. =MXD
|
|
|