|
UJUNGBATU — Daftar orang tewas akibat ulah PLN mematikan listrik semakin panjang. Senin (6/7) petang, Said (19) tewas saat memasang cok pompa air di kamar mandi rumahnya. Beberapa jam sesudahnya, giliran Rahmi (28) pula yang tewas karena hal serupa. Kedua korban adalah warga Ujungbatu, Rokan Hulu.
Petang itu, daerah Ujungbatu memang dapat giliran pemadamanlistrik PLN. Peristiwa pertama terjadi saat Rahmi menghidupkan gensetnya petang itu. Namun tanpa diduga terjadi korsleting saat menukar arus listrik dari genset ke PLN. Rahmi pun tersengat listrik. Walaupun sempat dibawa ke rumah sakit, namun dalam perjalanan korban langsung menghembuskan nafas terakhir.
Kematian ibu satu anak warga RT 01 RW 13 Dusun Tanah Datar ini memang tidak disangka-sangka. Menurut keterangan yang diperoleh Pekanbaru MX dari Inur, tetangga bersebelahan dengan rumah korban, sekitar pukul 21.00 WIB dia mendengar teriakan dari rumah Rahmi. Namun suara itu terdengar sayup karena suara genset yang masih menyala.
‘’Semula kami sempat mengira tetangganya itu berkelahi. Namun suara semakin gaduh saat ada teriakan menyuruh mematikan lampu,’’ kata Inur.
Setelah berlari ke arah suara, betapa terkejutnya dia melihat genset milik Rahmi mengeluarkan percikan api. Saat itu Rahmi terlihat sudah tergeletak dilantai dan tidak sadarkan diri. Saat itu juga Rahmi hanya sendirian bertarung melawan maut. Jari tangannya berlubang dan hangus terbakar.
Tidak berapa lama warga sekitar bersama keluarga berdatangan ke rumah itu. Suami Rahmi sendiri saat itu sedang bekerja sebagai supir dan sedang mengangkut buah sawit.
Inur menduga korban disengat listrik saat hendak mencabut cok genset. Listrik memang sudah mati sejak pukul 18.00 WIB. Mungkin, saat listrik PLN hidup kembali, korban bermaksud mencabut cok genset.
‘’Mungkin karena arus listrik beradu dengan arus genset hingga menyambar tangan korban saat mencabut cok. Tapi itu hanya dugaan saja karena dihubungkan dengan tanda di jari tangan korban yang berlubang bekas terbakar,’’ kata Inur yang mengaku masih trauma atas kematian Rahmi tetangganya itu.
‘’Rahmi orangnya sangat baik. Setiap membuka pintu dapur saya selalu terbayang dia menyalakan genset yang terletak di pintu dapurnya,’’ tambah Inur. Menurut inur, setelah jenazah korban dibawa dari rumah sakit pada malam itu juga jenazah korban dibawa ke kampungnya di Kisaran, Sumut.
Kapolsek Ujungbatu, AKP Edi Renhar saat dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan sudah mendengar laporan warga korban tewas akibat tersengat listrik itu. Pihaknya langsung menerjunkan anggotanya menyelidiki ke tempat kejadian. ‘’Sesuai hasil visum rumah sakit korban tewas tersengat aliran listrik. Malam itu juga keluarga korban membawa jenazah ke kampungnya di Kisaran, Sumut,’’ kata Edi Renhar.
Karyawan Toko Juga Tewas Sementara sebelum Rahmi, seorang pemuda yang bekerja sebagai karyawan toko obat di pasar Ujung Batu, Rohul, tewas tersengat listrik usai buang hajat, Senin (6/7) sekitar pukul 13.30 WIB.
Said (19) kondisinya sangat memprihatinkan. Tubuhnya membiru, matanya terbelalak. Kini, jasadnya telah dibawa ke kampung halamannya, Batu Bersurat, Kampar, untuk disemayamkan.
Peristiwa memilukan itu bermula ketika korban yang tengah bekerja merasa tak enak perut, dan langsung ke WC untuk melaksanakan niatnya buang air besar alias buang hajat.
Usai melepas hajat korban mengambil stok kontak mesin air yang berada tak jauh dari WC lalu mencolokkan pada posisinya untuk menghidupkan air dari sedotan mesin di kamar mandi. Saat itulah korban tersengat dan terpental hingga tak berdaya. Kuat dugaan saat menyentuh stok kontak tangan korban dalam keadaan basah, sehingga begitu mudah tersengat arus listrik. =MXK
|
|
|