|
PEKANBARU — Malang benar nasib seorang anggota Poltabes Pekanbaru bernama Hendra (31) ini. Batapa tidak, hanya gara-gara kartu pas masuk area PT Chevron Pasific Indonesia (CPI) Rumbai, polisi berpangkat Briptu dikeroyoki sedikitnya dua orang Satpam perusahaan minyak raksasa tersebut, yang salah seorangnya diketahui berinisial Ek (25).
Akibatnya, ayah satu anak yang beralamatkan di Jalan Pucuk Sari, Rumbai, Pekanbaru itu mengalami luka memar (membiru, red) di bagian dada dan sementara kepalanya mengalami pusing yang amat serius.
Tidak menerima aksi kekerasan itu, Kamis (11/6) kemarin korban memutuskan membuat pengaduan resmi ke Mapoltabes Pekanbaru.
Kabid Humas Polda Riau, AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, pelaku segera dimintai keteranganya. ‘’Penyidik Satreskrim Poltabes Pekanbaru masih mempelajari laporan korban dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi. Sementara pelaku (terlapor, red) segera dimintai keteranganya. Kalau memang terbukti, pelaku bisa ditahan demi proses hukum lebih lanjut,’’ ujar AKBP Drs Zulkifli MH, Jumat (12/6).
Peristiwa pengeroyokan yang dialami seorang personil Poltabes Pekanbaru itu bermuara, Rabu (10/6) sekitar pukul 18.00 WIB. Ketika itu, korban yang hendak mengambil uang di mesin ATM BCA yang berada di area Komplek CPI Rumbai itu lalu meminta izin pada salah seorang tersangka yakni Ek.
Karena tidak memiliki kartu pas masuk area itu, korban sempat dipersulit oleh Ek. Namun segala upaya, korban akhirnya bisa mengambil uang di mesin ATM BCA yang berada di komplek super ketat terhadap siapun orangnya yang mencoba masuk.
Kemudian, setelah uang yang dinginkan didapatkan, korban lalu mampir ke pos satpam tersebut. Namun apa yang didapatkan, korban malah mendapatkan tekanan dari Ek dan kawan-kawanan dan terjadilah bersitegang urat leher.
Dengan emosi, Ek dan kawan-kawan lalu melayangkan bogem mentah pada korban. Akibatnya, korban yang tak kuasa menangkis serangan pelaku itu sehingga bahagian dadanya mengalami luka memar dan kepalanya mengalami pusing.
Sementara itu, Manajer Komunikasi dan Hubungan Media PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) Hanafi Kadir ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan belum mengetahui kejadian tersebut. Dia berjanji akan mempelajarinya terlebih dahulu.=MXQ
|
|
|