 PEKANBARU — Sesal selalu datang terlambat. Begitu juga dengan Iin Sumirat (39) warga Jalan Bintara, Pekanbaru ini. Tersangka pelaku perkosaan terhadap anak kandungnya, Senin (6/7) diperiksa anggota Poltabes Pekanbaru. Di depan, petugas , tersangka mengaku sangat meneysal dan menangis.
Tersangka yang bekerja sebagai buruh tak henti-henti menangis karena didera rasa penyelasan yang sangat dalam.’’Saya menyesal pak, gara-gara saya, masa depan anak kandung saya rusak. Saya mau minta maaf sama anak dan istri saya,’’ tambah Iin dengan air mata berlinang.
Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol Drs Berty Dame K Sinaga ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim AKP Jon Wesly Arianto Sik mengatakan, pemeriksaan terhadap tersangka perkosaan terhadap anak kandung tersebut akan dilakukan secara bertahap-tahap.
‘’Sejak diamankan, Sabtu (4/7) lalu sampai saat ini tersangka tersebut tetap mengakui baru sembilan kali melakukan perkosaan terhadap anaknya. Kalau dari keterangan korban lebih dari sembilan kali. Makanya kita perlu melakukan pemeriksaan intensif. Setiap diperiksa, tersangka selalu menangis,’’ terang Kasat Reskrim.
Namun kepada petugas tersangka mengaku nekat memperkosa darah dagingnya karena tergiur dengan kemolekan tubuh putrinya, Bunga (14).
Perbuatan tidak senonoh itu pertama kali dilakukannya pada bulan April 2009 di rumahnya. Saat itu, tersangka melihat korban sedang mandi tanpa kain basahan.
Melihat kemolekan tubuh anaknya itulah, pria berkulit hitam manis ini naik nafsu bejatnya. Karena tak tahan lagi, sekitar pukul 23.00 WIB tersangka nekat masuk ke dalam kamar tidur korban. Sesampai di dalam kamar, tanpa ada basa basi pria berambut botak itu langsung meniduri putrinya.
Setelah selesai melepaskan nafsu bejatnya, tersangka pergi meninggalkan putrinya tanpa beban. Sementara itu, Bunga hanya bisa menangis menahan rasa sakit.
Berhasil mengerjai putrinya untuk kali pertama, tidak membuat tersangka Iin insyaf, melainkan dia mencoba mengulangi perbuatannya kembali.
Suatu hari, disaat istrinya sedang bekerja mencari karah di luar rumah, pelaku kembali beraksi. Dalam aksi kedua inilah pelaku berhasil menjebol mahkota anaknya.
‘’Saya nafsu melihat tubuh anaknya saya. Pertama kali hanya main lewat belakang saja, tapi tidak masuk. Yang kedua baru masuk. Ketika itu memang keluar darah dari mahkota anak saya. Dia (anak-Red) tidak pernah melawan. Perasaan saya waktu itu Bunga seperti istri saya sendiri pak,’’ ujar tersangka sambil menangis.
Selain itu, pria berkepala botak itu juga mengaku telah melakukan perbuatan terkutuk itu sebanyak sembilan kali. Setiap aksi itu dilakukan, tersangka tidak pernah membayangkan kalau Bunga itu anaknya sendiri.’’Sembilan kali pak saya lakukan. Saya menyesal pak, gara-gara saya masa depan anak kandung saya rusak. Saya mau minta maaf ama anak dan istri saya,’’ tambah Iin dengan air mata berlinang.=MXD |
|
|