|
INDRAGIRIHULU — Kawanan rampok bersenjata api laras panjang kembali beraksi. Kali ini mereka merampok seorang toke sawit bernama Muler Sidabutar (55) warga Jalan Poros, Desa Air Putih, Lubuk Batu Jaya, Inhu. Akibatnya, uang tunai Rp160 juta, lima unit handhpone (Hp) dengan masing-masing satu unit merek mobile, dua unit merek HPO Sony Erikson dan dua unit merek nokia W200in serta sepeda motor Honda Revo raib disikat kawanan
Pasca-peristiwa apes itu dengan kondisi lesu, Senin (8/6) korban lalu mendatangi Mapolsek Lubuk Batu Jaya dengan membuat laporan resmi peristiwa yang menimpanya.
Kapolda Riau, Brigjen Pol Drs Adjie Rustam Ramdja ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kabid Humas, AKBP Drs Zulkifli MH mengatakan, pelaku masih dalam penyelidikan. ‘’Setelah mendapatkan laporan, anggota Polsek Lubuk Batu Jaya dan Polres Inhu langsung meluncur ke TKP dengan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kini, pelakunya masih dalam penyelidikan lebih lanjut,’’ ujar AKBP Drs Zulkifli MH, Selasa (9/6), seraya menegaskan sampai kapanpun pelaku terus diselidiki.
Peristiwa perampokan yang menimpa seorang toke sawit terkemuka di desa Air Putih itu berlangsung, Senin (8/6) sekitar pukul 02.30 WIB. Kala itu, korban yang sedang tidur, sontak dikagetkan dengan kedatangan delapan orang pelaku dengan mengendarai tiga unit sepeda motor. Tanpa banyak bicara, 5 orang pelaku bak koboi penjahat itu lalu masuk ke dalam rumah korban dengan cara merusak enam pintu rumah pria yang telah usia senja tersebut.
Sementara, tiga pelaku lainnya berjaga-jaga di luar dengan menggunakan senpi laras panjang. Dengan kondisi korban terpaku dan takut dengan senpi yang ditenteng kawanan bandit itu, salah seorang pelaku lalu menodongkan senpi tersebut kearah kepala korban.
Seketika itu juga, pelaku lalu meminta korban menunjukan tempat penyimpan uang. Setelah berhasil mengobok-obok seluruh kamar dan seisi ruang rumah korban, pelaku yang menemukan uang tunai Rp160 juta, lima unit Hp dan sepeda motor Honda Revo, kawan bandit jalanan tersebut lalu kabur meninggalkan korban yang tak berdaya itu.
Kemudian setelah bisa mengendalikan diri, korban lalu memberitahukan pada tetanganya. Karena pelaku telah keburu jauh kaburnya, Senin (8/6) pagi korban lalu membuat pengaduan resmi ke kantor polisi terdekat, yakni dengan harapan besar pelaku dan harta bendanya yang raib itu kembali padanya.=MXQ/MXR.
|
|
|