|
SIAKHULU — Hanya karena tidak diberi uang, seorang preman kampung bernama AR (32) warga Jalan Pasir Putih, Pandau, Siak Hulu, Kampar menghajar seorang pedagang buah hingga bonyok.
Kapolsek Siak Hulu, Iptu Ardinal Effendi ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX Jumat (26/6), membenarkan kejadian tersebut. Kini kasus tersebut dalam penyelidikan pihaknya. Kapolsek juga mengatakan akan membasmi setiap aksi premanisme di wilayahnya.
Akibat hantaman pelaku tubuh pedagang buah yang diketahui bernama Damhuri (34) warga Jalan Pasir Putih, Pandau, Siak Hulu ini mengalami memar di sekujur tubuh dan wajahnya lebam.
Berdasarkan informasi yang diperoleh Pekanbaru MX menyebutkan, Rabu (24/6) sekitar pukul 23.00 WIB, pelaku yang merupakan preman kampung di daerah tersebut mendatangi korban dan meminta sejumlah uang untuk membeli minuman. Namun korban tidak memenuhi permintaan pelaku yang dinilainya berlebihan.
Kesal karena permintaannya ditolak pelaku langsung menghantam korban dengan membabi buta. Korban yang kalah bodi hanya bisa menangkis setiap hantaman yang dilontarkan pelaku. Sementara warga sekitar yang melihat ulah pelaku hanya bisa terdiam karena takut akan bernasib sama dengan korban.
Puas menghantam korban hingga tak berdaya, pelaku langsung meninggalkan korban sambil menghardik sumpah serapah kepada korban.
Tak terima diperlakukan kasar dan juga atas saran warga sekitar, akhirnya korban melaporkan kejadian yang dialaminya ke Mapolsek Siak Hulu untuk meminta pertolongan. Kapolsek menerima laporan itu langsung menindak lanjutinya dengan mengejar pelaku di lokasi kejadian. =MG3
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|