|
Antoni alias Anton (26) yang diduga sebagai dalang dalam kasus kaburnya delapan tahanan di Mapolsek Tebing Tinggi, Rabu (24/6), harus mengakhiri pelariannya. Pelaku terkapar setelah tiga butir timah panas milik aparat kepolisian, bersarang di paha dan kakinya.
Tersangka tersandung kasus curanmor itu ditangkap saat berada di dalam pompong yang sedang menarik tual sagu yakni dari Desa Serapong menuju Desa Sonde, Rangsang Barat. Dengan dibekuknya Anton, berarti kini jajaran Polres Bengkalis tinggal memburu satu tahanan lagi yang ikut kabur waktu itu.
Kapolres Bengkalis, AKBP Drs Marudut Hutabarat SH MSi ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim, AKP Sapta Maulana Marpaung SH SIk mengatakan, tersangka Anton berhasil ditangkap berkat kerjasama masyarakat yang memberikan informasi tentang keberadaanya.
‘’Tersangka Anton dibekuk di sebuah pompong penarik tual sagu dari Serapong menuju desa Sonde, Rangsat Barat, Rabu (24/5) sekitar pukul 16.00 WIB. Saat dibekuk, tersangka berusaha kabur dan akhirnya terpaksa dilumpuhkan dengan timah panas petugas,’’ ujar AKP Sapta Maulana Marpaung SH SIk, melalui ponselnya, Kamis (25/6) malam, seraya menyebutkan kala itu tersangka jatuh ke laut.
Ditambahkan, dengan kondisi itu petugas di bawah pimpinan Kapolsek Tebing Tinggi, AKP Indra Setiawan SIk dan Kanit Reskrim, Aiptu Azhara segera turun ke laut dan menangkap tersangka. Kemudian, sekitar pukul 17.30 WIB, tersangka dievakuasi ke RSUD Selatpanjang untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di paha dan kakinya.
Setelah pelurunya di keluarkan, tersangka dilarikan ke RSUD Tanjung Balai Karimun. Dan setelah kondisinya pulih, lalu digelandang ke Mapolsek Tebing Tinggi guna menjalani pemeriksaan.
‘’Dari hasil pemeriksaan terhadap enam tersangka yang lebih duluan ditangkap, Anton merupakan otak pelaku pelarian delapan tahanan kabur di sel Mapolsek Tebing Tinggi. Dia (Anton, red) juga merupakan inspirator dan memaksa tujuh tersangka lainnya untuk ikut kabur,’’ terang Mantan Kapolsek Sukajadi itu.
Diutarakanya, selama pelariannya tersangka sangat sulit dibekuk. Sebab, selain mengusai medan tersangka terus bergerak saat petugas mengendus keberadaanya. ***
|
|
|