 Duri—Anggota Komisi IV DPRD Bengkalis, dr Fidel Fuadi, sempat terlibat adu mulut dengan beberapa orang sekuriti yang berjaga di Gate Soeharto, Duri, Kecamatan Mandau. Menyusul larangan pihak pengaman perusahaan tersebut saat rombongan wakil rakyat ini akan melalui area DSF CPI, Kamis (28/4) pagi.
‘’Tidak boleh masuk pak. Ini perintah dari atasan,’’ ujar sekuriti, sambil menunjukkan surat keputusan dari pimpinannya terkait larangan masuk bagi pihak manapun, termasuk instansi pemerintah, TNI/Polri dan lain sebagainya.
Adu mulut itu tidak berlangsung lama. Sebab, berselang beberapa waktu kemudian sang sekuriti mendapat perintah dari atasannya untuk memperbolehkan Fidel melewati jalur khusus itu.
‘’Pada prinsipnya saya tidak menyalahi sekuritinya, mereka hanya mengikuti aturan. Hanya saja CPI terkesan arogan sekali. Kita melewati jalur ini dalam rangka dinas dan memakai perlengkapan dinas, bukan main-main,’’ kesalnya.
Sistem keamanan yang diterapkan CPI, lanjut Fidel, sangatlah bagus. Hanya saja, dengan kondisi seperti ini terkesan berlebih-lebihan dan seharusnya tidak pantas dilakukan.
Menanggapi insiden itu, Manager Communications Hanafi Kadir melalui Tiva Permata mengatakan, ladang minyak DSF adalah aset vital negara dan karenanya merupakan restricted area (wilayah sensitif, yang tidak terbuka untuk umum. Chevron memberlakukan kontrol akses yang ketat sebagai bentuk tanggung jawabnya kepada negara dan untuk keselamatan semua pihak.
‘’Sebagai informasi, keselamatan merupakan prioritas utama dalam operasi Chevron di seluruh dunia. Karena jalan DSF berada dalam kawasan sensitif, dan bukan jalan umum, hanya mereka yang berkepentingan kerja di dalam wilayah itu dan menggunakan perangkat keselamatan kerja yang sesuai saja yang diizinkan memasuki area tersebut,’’ sebutnya.
Sedangkan tamu-tamu dari pemerintah, lanjutnya, bisa melewati jalan DSF setelah berkoordinasi terlebih dahulu dengan CPI sebelumnya. Yang jelas, Chevron melakukan semuanya dengan niat tulus, yaitu memastikan keselamatan semua pihak. Mulanya, pagi itu Fidel bersama rombongan berniat mengunjungi dua dusun di Desa Bumbung dan Kesumbo Ampai. Agar mempersingkat waktu, mereka berniat menumpang lewat dari Gate Sohearto. Setibanya di pintu masuk, rombongan ini dihadang dan tidak diperkenankan masuk. Sempat terjadi keributan, namun berselang beberapa lama wakil rakyat itu pun diperbolehkan lewat. PMN |
|
|
Anggota Dewan Dihadang Sekuriti
Oleh: Yazid () Pada : 09-06-2011