|
BANTAN — Keberadaan kebun binatang di kawasan Pantai Selatbaru Kecamatan Bantan terus dipertanyakan berbagai kalangan karena kondisinya tidak terawat dan ditumbuhi semak belukar. Kebun binatang yang telah menelan dana lebih dari Rp10 dan itu justru menjadi tempat mesum pasangan muda-mudi.
Kebun binatang yang berada seratus meter dari bibir pantai itu dinilai anggota DPRD Bengkalis asal Bantan, Syofyan sangat tidak layak. Kepada wartawan, Rabu (27/4) ia menyebutkan bahwa seharusnya pembangunan kebun binatang itu tidak perlu dilanjutkan kedepannya, karena secara geografis jelas tidak cocok.
‘’Pada dasarnya keberadaan kebun binatang Selatbaru yang tidak jauh dari bibir pantai tidak cocok. Lokasinya rawan terkena pasang naik air laut serta cuaca panas, bagaimana binatang dapat hidup di sana, sehingga kita mengimbau kepada dinas terkait yaitu Dinas Pariwisata dan kebudayaan meninjau ulang kebun binatang tersebut,’’ ujar Syofyan.
Menurutnya, harus dilakukan penataan ulang terhadap kebun binatang itu. Apalagi sambung politisi PPNUI tersebut, anggaran yang sudah tersedot diperkirakan sudah melebihi Rp10 miliar, sementara sudah lebih lima tahun tidak ada seekor binatang yang menghuni kandang-kandang yang sudah selesai dibangun.
Lebih jauh kata Syofyan, yang membuat miris adalah, hampir setiap hari lokasi kebun binatang yang agak tersembunyi itu menjadi tempat pacaran atau ajang mesum bagi kalangan muda-mudi. Perlu dilakukan penataan ulang terhadap planning kelanjutan kebun binatang yang boleh dikatakan mubazir tersebut.
‘’Kalau bisa sebelum ada formula baru atau solusi yang kongkrit, kelanjutan pembangunan sarana penunjang di kebun binatang itu tak usah dilakukan dinas terkait. Hanya akan mubazir serta menghamburkan uang saja. Bagaimana mungkin yang dibangun itu jelas kebun binatang, sementara tidak seekorpun binatang yang ada,’’ papar Syofyan dengan nada heran.
Enggan Komentar Sejumlah pejabat terkait di Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) yang menjadi penanggung jawab kebun binatang tersebut ketika dikonfirmasi enggan berkomentar. Mayoritas pejabat yang ada sekarang adalah pejabat yang baru dimutasi dari SKPD lain pada bulan Fbruari lalu.RPG ‘’Kita mayoritas orang baru di sini, jadi belum berani kometar soal tersebut. Sebaiknya hubungi saja kadis, atau datag ke kantor nanti untuk konfirasi lebih kongkrit,’’ pinta Erikusuma Pribadi, kepala bidang pariwisata di dinas tersebut. RPG |
|
|
setuju
Oleh: dadang jameng () Pada : 30-05-2011