Sedang Kenduri, Sekeluarga Disambar Petir
Rabu, 16 Pebruari 2011
 
PEKANBARU — Hujan lebat disertai petir yang menggelegar Senin malam (14/2) sekitar pukul 20.00 WIB, ternyata memakan korban. Satu keluarga  yang tinggal di Jalan Pelajar, RT 007, RW 017, Maharatu, Marpoyan Damai, Pekanbaru, disambar petir saat menggelar kenduri di rumah mereka.
Adapun yang jadi korban adalah Ponima (38), Sri Utami (35), Armaniati (17) dan Titis Wulansari (12). Keempatnya mengalami luka bakar dan langsung dilarikan ke Rumah Sakit TNI AURI, Jalan Adi Sucipto, Pekanbaru, untuk diberi pertolongan medis.

Menurut keterangan Imam (23) pada Pekanbaru MX menyebutkan, malam itu mereka sedang melaksanakan kenduri 40 hari meninggalnya sang kakek. Namun begitu acara kenduri dimulai, hujan deras turun  disertai suara petir yang keras.

Tidak lama setelah itu, keluarga korban melihat gumpalan api berwarna merah menggelinding di depan rumah.  Hanya hitungan detik, gumpalan api itu pecah dan percikan apinya masuk ke dalam rumah hingga mengenai empat  korban yang sedang duduk di dapur.

‘’Pertama kami mendengar suara petir yang kuat, kemudian datang api seperti bola kaki berwarna merah menggelinding ke rumah kami, saat itulah langsung meledak dan mengenai mereka yang sedang duduk di dekat kulkas,’’ kata Imam di RS AURI.

Ditambahnya, sebelum petir menyambar kerluarganya, pertama petir itu menyambar Rumah Sugimin (43), yang berjarak sekitar 200 meter dengar rumah mereka. Namun  keluarga Sugimin tidak apa-apa, hanya rumah mereka saja yang atapnya hancur disambar petir itu.

‘’Malam itu rumah Sugimin dulu yang disambar, kemudian mengarah ke rumah kami. Rumah Sugimin itu hancur dan tidak ada yang luka seperti keluarga kami ini yang mengalami luka bakar di punggungnya,’’ katanya.

Setelah semalaman menjalani perawatan di RS AURI, empat korban sudah diperbolehkan pulang, karena hanya mengalami luka ringan. Namun empat bersaudara itu mengalami shock dan trauma akibat kejadian itu.

Diminta Waspada
Sementara itu Kepala Stasiun BMKG Pekanbaru, Philip Mustamu, mengimbau agar masyarakat diminta slalu waspada. Pasalnya cuaca ekstrim yang terjadi belakangan ini akan terus berlangsung dalam masa yang tidak bsa dipastikan.

‘’ Apalagi sudah ada korban. Untuk itu kita mengimbau kepada warga agar selalu waspada dan tetap berhati-hati,’’ kata Plilip kepada Pekanbaru MX, Selasa(14/2) kemarin.

Menurutnya, ada beberapa hal yang perlu dilakukan masyarakat dalam situasi seperti ini. Dilarang berdiri di bawah pohon dan lapangan. Sebab, dua hal ini sangat rentan menjadi sasaran petir atau halilintar.

‘’Lapangan atau pohon, biasanya sangat rawan menjadi sasaran petir. Kita berharap, masyarakat dapat menghindari dua lokasi yang berada di lingkungan mereka, sekarang ini,’’ imbuhnya. =MXC/Mg3

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >