|
PEKANBARU-Malang benar nasib Suwardi (34) dan Eni (28) warga SP3, Kota Lamo, Ujung Batu, Rokan Hulu (Rohul). Sekujur tubuh pasangan suami-istri (Pasutri) ini terbakar akibat kompor minyak tanah yang mereka pakai untuk memasak meledak, Senin (20/12) sekitar pukul 05.00 WIB.
Hingga kini korban Suwardi yang merupakan karyawan PT Eluan Mahkota, Ujung Batu, ini harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arifin Achmad Pekanbaru, dalam kondisi luka bakar di bagian dada, perut dan kedua tangannya. Sementara sang istri yang menderita luka bakar serisu dirujuk ke RS Lancang Kuning. Perujukan itu mengingat kondisi di ruang ICU RSUD tempatnya dirawat penuh oleh pasien.
Meski dalam keadaan terbaring lemas dan tubuhnya terbalut perban putih, korban yang ditemui Pekanbaru MX Selasa (21/12) di Ruang Combustio, Cendrawasih I, masih mau diajak bicara tentang musibah yang dialaminya bersama sang isteri. Diceritakan Suwardi, subuh itu istrinya sedang memasak untuk makan pagi tiga orang anaknya yang masih kecil. Bahkan ia pun ikut menemani sang isteri ketika memasak di dapur. Namun makanan yang dimasak belum selesai, minyak tanah di dalam kompor malah habis.
Dalam keadaan api masih menyala, Eni mencoba mengisi minyak ke dalam kompor dengan menggunakan jerigen. Ketika itulah api langsung menyambar ke jerigen. Dalam sekejap api berkobar dan menyambar tubuh Eni.
Melihat kejadian itu, Suwardi langsung berlari memberi pertolongan. Kepanikan pun terjadi. Tanpa ada rasa takut, Suwardi memeluk tubuh isterinya hingga tubuhnya ikut terbakar. Upaya Suwardi memang berhasil, dan dalam sekejap api bisa dipadamkan. Namun, tubuh mereka melepuh.
‘’Ketika itu saya panik melihat isteri saya yang bajunya sudah terbakar. Tanpa sadar saya langsung meloncat dan memeluknya. Saya tidak sadar tubuh saya terbakar, saya baru menyadarinya ketika merasakan perih pada tubuh saya,’’ katanya. Melihat kondisi keduanya sangat memprihatinkan, warga pun langsung bertindak cepat. Saat itu juga Pasutri ini dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis. Mengingat keterbatasan peralatan medis, selanjutnya kedua korban dirujuk ke RSUD Arifin Achmad untuk mendapatkan pertolongan intensif. =MG2 |
|
|