Tabrakan beruntun terjadi di Jalan Yus Sudarso Km 8, Rumbai, tepatnya persimpangan jalan masuk ke PT Chevron Pacific Indonesia (CPI), Sabtu (18/12) sekitar pukul 10.00 WIB. Tiga unit mobil yakni truk, carry dan avanza saling bertabrakan.
Akibatnya supir mobil carry Nopol BM 1738 LI bernama Beni Putra (28), warga Jalan Kilometer 6, Pereawang, Kabupaten Siak tewas di tempat. Korban mengalami luka parah di kepala dan kehabisan darah setelah terjepit di mobilnya.
Selain Beni, dua orang penumpang carry lainnya yang belum diketahui identitasnya mengalami juga luka-luka serius dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kasatlantas Polresta Pekanbaru Kompol Eko Suprihanto ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kanit Laka AKP Suratman membenarkan adanya kejadian tersebut. Saat ini polisi masih melakukan penyidikan penyebab tabrakan maut itu terjadi.
‘’Kita masih mencari saksi yang melihat kejadian itu untuk dimintai keterangannya. Sementara dua korban yang informasinya luka-luka masih dalam perawatan,’’ kata AKP Suratman.
Dijelaskannya, tabrakan beruntun yang menewaskan satu orang itu bermula ketika mobil Suzuki Carry yang dikemudikan oleh korban sedang melaju dari arah Siak menuju Kota Pekanbaru. Kemudian sampai di persimpangan jalan masuk ke PT Chevron, datang mobil truk dengan Nopol BM 9706 SC dari arah berlawanan.
Ketika itu mobil truk yang dikendarai oleh Alfi warga Minas itu melaju dengan melewati garis pembatas jalan sehingga terjadi laga kambing dengan mobil Carry. Pada saat bersamaan dari arah belakang datang pula mobil Toyota Avanza Nopol BM 1175 QB yang langsung menabrak mobil carry tersebut.
‘’Jadi kondisinya mobil carry itu ditabrak dari depan dan belakang,’’ singkat AKP Suratman. Mendengar suara benturan cukup keras dalam sekejab warga sekitar berdatangan untuk melihat kejadian itu. Karena keadaan korban parah, warga langsung menghubungi polisi.
Tak berapa lama kemudian anggota Unit Lakalantas langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk mengevakuasi korban yang masih terjepit dalam mobil. Selain itu, kondisi arus jalan sempat terjadi kemacetan hingga beberapa kilometer.
Setelah korban berhasil dikeluarkan dari dalam mobilnya, polisi lalu melarikannya ke RS Tentara, namun nyawa korban tidak dapat tertolongkan lagi karena saat terjepit dalam mobil korban sudah menghembuskan nafas terakhirnya.
‘’Waktu kejadian korban terjepit di dalam mobil, sedangkan supir truk itu sempat melarikan diri pada malam harinya baru menyerahkan diri ke Mako Unit Laka. Sekarang barang bukti berupa tiga unit mobil dan supir truk sudah kita amankan,’’ katanya.*** |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|