|
PEKANBARU — Diduga mengalami depresi, seorang pemuda bernama Frengki (27), nekat terjun bebas dari lantai tiga gedung yang bersebelahan dengan kantor Radio Republik Indonesia (RRI), Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru. Ulah korban yang sempat menghebohkan warga itu terjadi Kamis (16/12) sekitar pukul 18.00 WIB.
Beruntung nyawa pemuda yang diketahui beralamat Suram, Tapung, Kabupaten Kampar ini dapat diselamatkan. Namun demikian, akibat kejadian itu, korban mengalami patah tulang pada kaki dan tangan sebelah kirinya.
Belum diketahui apa motif korban hendak bunuh diri tersebut, namun menurut para pedagang yang ada di sekitar tempat kejadian menyebutkan, pertamakali datang ke sana korban terlihat seperti orang linglung. “Korban datang pagi hari itu terlihat seperti orang bingung, bahkan ketika ditanya dia diam saja,”ujar Ajo Sar yang berjualan tidak jauh dari lokasi.
Selanjutnya korban langsung menuju bangunan bertingkat delapan yang terbengkalai tersebut. Karena curiga melihat gerak gerik korban, warga lalu melarangnya dan meminta korban segera turun dari bangunan tersebut.
Ketika itu korban manut dan mau menuruti keinginan warga. Namun beberapa saat kemudian korban kembali terlihat berada di bangunan tersebut. Kali ini korban sambil memegang pisau yang diambil dari pedagang sate tidak jauh dari sana.
Ulah korban itu kembali membuat warga resah. Namun setelah dipujuk dengan lembuat korban mau menyerahkan pisau yang ia pegang. “Kami tidak tahu kapan korban naik kembali ke bangunan itu, yang jelas tiba-tiba saja kami mendengar ada suara benda jatuh dari lantai tiga,”terang Doni pedagang lainnya yang melihat langsung peristiwa itu.
Ketika didekati, warga melihat korban sudah terkapar bersimpah darah di halaman gedung yang te;ah dicor semen tersebut. Takut terjadi apa-apa warga lalu menghubungi Polsek Pekanbaru Kota tentang kejadian itu. Selang beberapa waktu, polisi datang ke TKP dan langsung mengevakuasi korban ke RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk mendapatkan pertolongan.
Kapolsek Pekanbaru Kota Kompol Sri Rahayu ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX, Jumat (17/12) melalui Kanit Reskrim Ipda Suratnun membenarkan adanya kejadian tersebut. Sekarang polisi masih mencari keterangan terhadap saksi dan korban yang masih dirawat di RSUD Arifin Achmad. ‘’Sampai kemarin korban belum bisa diajak bicara, sementara keluarganya belum diketahui,’’ kata Ipda Suratnun. Ditambahkannya, polisi berharap kepada masyarakat yang mengenalin***
|
|
|