|
BENGKALIS — Mantan personil kepolisian diciduk Tim Buser Polres Bengkalis karena memukul Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bengkalis di Pelabuhan RoRo (Roll On Roll Off) Sungai Selari, Pakning. Yudistira disersi Polri yang sebelumnya pernah bertugas di Polsek Bunga Raya, Kabupaten Siak ini diciduk, Selasa (23/6).
Demikian dikatakan Wakapolres Bengkalis, Kompol Muhammad Anis PS kepada wartawan di Mapolres Bengkalis. Kasus ini masih dalam penyidikan lebih lanjut. Tersangka juga masih dimintai keterangan. Begitu juga dengan korbannya berinisial Ed, petugas Dishub Bengkalis.
‘’Kita masih mintai keterangan tersangka. Memang setelah saya cek, ternyata yang bersangkutan tidak aktif lagi sebagai anggota Polri. Namun, untuk lebih jelasnya, kita masih melakukan pemeriksaan secara intensif,’’ ungkap Wakapolres.
Sementara itu ketika ditanya kronologis penangkapan tersangka Yudistira yang mengaku sebagai anggota Brimob saat melakukan penganiayaan, Wakapolres mengatakan, pelaku diamankan setelah mendapat laporan dari korban, jika tersangka melakukan penganiayaan.
Menurut pengakuan Yudistira, penganiayaan yang dilakukannya bermula saat korban hendak menyebrang menuju ke Bengkalis melewati pelabuhan feri penyeberangan atau RoRo sungai Selari, Pakning. Ketika itu petugas berusaha menghalang-halanginya untuk masuk ke Armada Roro, KMP Tasik Gemilang.
Sehingga tanpa kuasa, tersangka berusaha mempertanyakan kepada petugas Dishub yang kebetulan bertugas di Pelabuhan Sei Selari. Dalam pembicaraan itu, mereka terlibat saling emosi, sehingga tersangka langsung mengaku jika dirinya anggota Polri dari kesatuan Brimob.
Mendengar hal itu petugas Dishub berusaha mengelak, namun tetap saja tersangka berusaha mendesak agar kendaraannya diberi izin lewat dan masuk ke armada penyeberangan. Akan tetapi, petugas Dishub tetap tegas menolaknya. Mulai dari penolakan itulah yang membuat tersangka marah dan langsung mendorong petugas Dishub.
Saya tidak memukulnya, hanya mendorongnya pakai siku. Saya marah, karena saya tidak diberi lewat. Sementara ada beberapa mobil diberi lewat, dan setelah ditanya petugas Dishub itu mengatakan kalau yang lewat itu dari institusi pemerintah, dan dari kejaksaan.
Mendengar itu saya lantas kembali bertanya, namun petugas Dishub berkeras, dan membentak dengan perkataan yang tidak enak didengar. Seingat saya ucapannya menyinggung, setiap hari harus mengurusi polisi, hal itu membuat saya marah dan langsung menolaknya dengan menggunakan siku,tutur Yudistira saat di dalam sel tahanan Mapolres Bengkalis. =MXH |
|
|