Beruang Serbu Pemukiman Warga
Selasa, 23 Juni 2009
 
SIAK — Warga Desa Benteng Hulu Darat, Siak, ketakutan. Mereka merasa terteror dengan masuknya binatang buas sejenis Beruang liar ke pemukiman warga. Memang belum ada korban dipihak manusia, namun sejumlah binatang ternak peliharaan warga seperti unggas sudah banyak yang dimakannya.
Untuk mengantisipasi aksi memangsa unggas, sejumlah warga yang memiliki unggas peliharaan langsung memasang perangkap, baik dengan menggunakan perangkap besi maupun dengan cara memasang alat setrum. Sehingga tindakan warga ini sangat membahayakan diri mereka sendiri dan meminta intansi terkait untuk segera mencarikan solusi menangkap binatang buas tersebut.

‘’Sudah dua malam ini beruang seukuran manusia dewasa menyerang ternak masyarakat. Bahkan dalam satu malam beruang itu datang berulang kali kekandang ayam di belakang rumah, karena kita takut terpaksa diam saja,’’ ujar Darwoto salah seorang warga Desa Benteng Hulu Darat kepada RPG, Senin (22/6) di rumahnya.

Menurutnya, beruang yang memakan ayam peliharaanya terjadi pada malam Ahad (21/6) lalu sekitar pukul 02.00 WIB dan bunyi suara beruang itu memang sangat menakutkan dan sempat ditembak dengan senapan angin. Tapi pelurunya tidak bisa menembus tubuh beruang.

Bahkan jika beruang itu memangsa manusia, korbannya tidak akan bisa berbuat banyak. Karena tubuh hewan berwarna hitam ini jarak antar matanya saja lebih dari satu jengkal tangan, ini artinya binatang ini cukup besar dan sangat menakutkan.

Tidak hanya di rumahnya, tapi rumah tetangga Darwoto yang juga mantan anggota DPRD Siak mengaku, ayam tetangganya juga ikut dilibat oleh beruang. Termasuk itik yang jumlahnya sudah mencapai belasan ekor dan kejadian ini sudah diberitahukan kepada BKSDA Siak melalui dinas Kehutanan Siak agar segera menangkap beruang liar tersebut.

Karena kata Darwoto, saat ini masyarakat sudah banyak yang memasang perangkap, dan dikhawatirkan jika tertangkap binatang ini akan dihabisi nyawanya atau jika tidak masyarakat akan mengalami akibatnya. Karena tidak tertutup kemungkinan jika unggas peliaraan warga habis dimakan tentu manusia lagi yang menjadi incaran beruang.

‘’Kita minta ada tindakan nyata dari Dinas Kehutanan untuk menangkap binatang buas, ya harus ada upaya pengusiran ke dalam hutan dan jangan dibiarkan berkeliaran, sehingga masyarakat tidak ketakutan seperti saat ini,’’ ujarnya.

Apalagi ungkap Darwoto, aksi teror beruang ini sudah terjadi tiga bulan lalu dan sempat memangsa unggas peliharaan warga dan saat ini kembali lagi. Tentu keberadaan hewan ini terancam sehingga hewan buas ini malah mencari makan kemapung masyarakat.

Sedangkan Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kabupaten Siak Drs H Tetan Effendi yang dikonfirmasi mengatakan, sampai saat ini pihaknya memang belum mendapat laporan secara resmi dari masyarakat. Tapi pihaknya sudah berkoordinasi dengan BKSDA Riau perwakilan Siak untuk melakukan penangkapan, karena hewan ini liar, maka perlu dilakukan pengintaian.

Menurutnya, hewan buas seperti beruang ini memang sudah lama berkeliaran di daerah Siak, hanya saja untuk menangkap beruang ini sangat sulit. Karena selain buas, beruang ini sangat pintar dan penciumannya terhadap situasi disekitarnya sangat kuat. Tapi pihaknya akan tetap membantu masyarakat untuk menangkap hewan tersebut.
=RPG/mxAI
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >