|
Pool Perusahaan Otomotif (PO) Handoyo di Jalan SM Amin, Tampan, Pekanbaru tiba-tiba heboh. Pasalnya salah seorang supir bus tersebut bernama Santoso Harja Laksana (47) warga Jalan KH Achmad Dahlan, RT1/RW2 Pakembarab, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah (Jateng) ditemukan telah menjadi mayat.
Ketika itu tanpa sengaja, salah seorang karyawan disana melihat korban terbaring dengan posisi terlentang di Mess Handoyo Senin (21/6) sekitar pukul 07.30 WIB. Namun kali ini cara korban tidur agak berbeda dari biasa. Setelah diamati, ternyata korban sudah menjadi mayat.
Kapolsekta Tampan AKP Hardian Pratama SIK yang turun langsung ke TKP usai menerima laporan membenarkan peristiwa itu. Ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX ia mengatakan saat ini sedang memeriksa beberapa saksi yang mengeathui hal itu. Dugaan sementara korban meninggal karena sakit. Selain itu, tim indentipikasi juga tidak menemukan adanya unsur kekerasan pada tubuh korban.
Pantuan Pekanbaru MX lokasi kejadian terlihat korban yang memakai kaus merah dan celana jean pendek ini tewas dengan kondisi lidah terjulur keluar. Penemuan mayat itu juga menyebabkan ramai warga lain untuk melihat kejadian itu secara langsung.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh Pekanbaru MX dari Suyudi (50) rekan kerja korban ketika ditemui di tempat kejadian perkara (TKP) mengatakan, pagi itu ia melihat korban sedang mandi di kamar mandi mess tersebut.
‘’Pagi itu saya mau nyuci pakaian, tapi dia (Korban) sedang mandi di dalamnya, saya pergi ke warung untuk membeli sabun cuci,’’ kata Suyudi yang ketika itu sempat panik mengetahui korban tewas.
Namun setelah kembali dari warung, Suyudi dikejutkan dengan suara korban yang meminta tolong di dalam mobil Bus Handoyo, nomor polisi (Nopol) AA 1510 CA yang terparkir di dapan mess itu. Sontak Suyudi langsung berlari menuju mobil itu dan melihat korban dalam kondisi terbaring lemah di sana.
Setelah itu, Suyudi membawanya ke dalam mess untuk di baringkan ke tempat tidur. Melihat keadaan korban melemah dan kejang-kejang, Suyudi dan beberapa temannya mencoba membatu dengan mengurutkan balsem di tubuh korban.
‘’Setelah kami mengangkat dan membaringkannya di sini, dia meminta diurut dengan balsem, dan kami mencoba mengurut badannya dengan balsem yang saat itu dia mengeluh karena kesakitan di tubuhnya,’’ jelas Suyudi. Usai diurut korban terlihat sedikit membaik. Sebab itulah Suyudi kembali meninggalkan korban sendirian disana. Namun sekitar sepuluh menit kemudian saksi kembali lagi. Namun saat itu saksi melihat korban sudah kejang-kejang dan kemudian menghebuskan nafas terakhir.
“Kami sempat dibingungkan dan panik apa yang harus diperbuat dengan melihat korban sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian menghubungi Polsekta Tampan untuk melaporkan kejadian itu,”ujarnya.
Mendapat laporan bahwa ada penemuan mayat di PO Handoyo, anggota Polsekta Tampan langsung turun ke TKP untuk melakukan penyidikan dan indentifikasi kejadian tersebut serta untuk mengetahui penyebab kematian korban. Setelah itu korban langsung dibawa ke kamar mayat RSUD Arifin Achmad Pekanbaru untuk dilakukan visum.
‘’Tadi saksi-saksi kita bawa ke polsek untuk dimintai ketenrangan. Dari semua keterangan mereka, korban ini meninggal dunia karena pagi tadi mengeluh kesakitan pada tubuhnya. Dan secara kasat mata padah tubuhnya tidak ada kekerasan,’’ kata Kapolsek Tampan AKP Hardian Pratama SIK. |
|
|