Cerita Dua IRT Pembawa Daun Ganja
Jumat, 16 April 2010
 
ImageEmpat orang tersangka peredaran narkotika jenis daun ganja, Kamis (15/4) pagi dihadirkan dihadapan wartawan. Ketika melangkahkan kaki menuju ke ruangan Kanit Reskrim Polsekta Pekanbaru Kota Ipda Suratnun, mereka tertunduk.
Pagi itu, perhatian tertuju kepada dua wanita asal Biruen, Aceh Juempa, Nangroe Aceh Darusalam (NAD). Mereka adalah Mardiah (39) dan Yurni (45). Kedua wanita ini tampak begitu leasu.

Apa alasan keduanya nekat melakukan pekerjaan yang melakukan hukum ini? Mengenakan baju daster warna coklat dipadu kain sarung warna kuning, Yurni menceritakan apa latar belakang sehingga dia nekat membawa sembilan kilogram (kg) tersebut.

Di kampung halamannya, Yurni hanya seorang petani di sawah. Kehidupannnya bisa dibilang pas-pasan terlebih harus membiayai tiga orang anak. ‘’Sebenarnya enam orang anak saya, tapi tiga lagi sudah meninggal,’’ ucapnya dengan logak bahasa Aceh.

Meski sang suami bekerja, namun beban hidup masih begitu terasa. Kemerosotan ekonomi semakin parah ketika suaminya tidak lagi bekerja, karena mengalami sakit sejak empat tahun silam. Dengan begitu, Yurni sorang diri mencari nafkah untuk biaya kehidupan keluarga.

Dalam kesulitannya itu, dia bersama temannya Mardiah, berjumpa dengan seorang pria berinisia Na yang tidak mereka kenali. Pria itu menawari mereka untuk mengantarkan sembilan Kg daun ganja kering ke Pekanbaru. ‘’Kami dijanjikan akan dibayar setelah barang itu sampai,’’ ucapnya.

Mendapat tawaran yang cukup menggiurkan disaat ekonomi keluarga merosot, membuat wanita berkulit sawo matang ini menerima tawaran tersebut. ‘’Ini adalah pertama kalinya. Saya nekat lakukan ini karena suami saya sakit dan anak-anak saya masih kecil. Mereka butuh biaya hidup, makanya saya terima tawaran itu,’’ ucapnya sambil mengeluarkan air mata.

Setelah sepakat, oleh Na, dia dan Mardiah diberi upah Rp500 ribu untuk ongkos ke Pekanbaru. ‘’Kami naik motor (bus) dan sempat singgah di Medan, hingga akhirnya tiba di Pekanbaru,’’ sebut Mardiah.

Masing-masing dari mereka membawa daun ganja kering seberat 4,5 Kg dengan menggunakan tas. ‘’Kami sampai di Pekanbaru pagi hari, atau sebelum ditangkap dihari yang sama,’’ sebut Yurni.

Mendekam di dalam sel tahanan saat ini, kedua IRT tersebut mengaku pihak keluarga mereka belum ada yang mengetahui. Ini dilakukan agar pihak keluarga, terutama bagi Yurni sebagai antisipasi agar penyakit suaminya tidak semakin parah. ‘’Biarkan sajalah dulu, nanti saja kami beri tahu,’’ paparnya.  =MXN
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >