|
SELATPANJANG-Polsek Tebing Tinggi terus menyelidiki secara intensif kasus pencurian di rumah mantan Ketua Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti (BP2KM) Syaiful Ikram.
Guna mengungkap siapa pelaku di balik aksi yang merugikan pemilik rumah hingga mencapai Rp16 juta tersebut, pemeriksaan terhadap saksi-saksi terkait dilakukan.
Demikian dikatakan Kapolsek Tebing Tinggi AKP Suratman kepada Pekanbaru MX. Saat ini, katanya, kasus tersebut masih dalam penyelidikan. Setelah laporan, petugas turun ke lokasi, Jalan Simpati RT3/RW3 Desa Alah Air, Kecamatan Tebing Tinggi, guna melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Dikatakan Kapolsek, barang-barang yang menurut korban telah hilang itu antara lain, 1 unit laptop merk Acer, 1 unit Handphone (HP) merk Nokia type N-90, 1 unit HP Blackberry Blod, 1 unit HP Blackberry buatan Cina, 1 unit HP Nokia type 8290, uang sebesar Rp2 juta, SIM, NPWP dan dua buah tas kulit.
‘’Kita sudah terima laporan korban, dengan No.Pol:LP/K/32/IV/2010/RIAU/RES BKS/SEK T.TINGGI, Tanggal 13 April 2010. Pelapor baru sadar menjadi korban pencurian setelah mendapati pintu belakang rumahnya dalam keadaan terbuka, usai shalat subuh,’’ ungkap Kapolsek.
Sesuai laporan korban, lanjut Suratman, dinihari itu setelah mendapati pintu belakang rumahnya dalam keadaan terbuka, Guru SMA Negeri 2 Selatpanjang yang juga mantan Ketua Badan Perjuangan Pembentukan Kabupaten Kepulauan Meranti (BP2KM) Kecamatan Tebing Tinggi itu, menyadari sejumlah barang dan surat berharga miliknya telah raib.
‘’Setelah mendapat laporan, kita langsung turun ke lapangan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Kerugian yang diderita korban ditaksir mencapai Rp16 juta. Saat ini, terhadap kasus pencurian itu masih kami lakukan penyelidikan,’’ ujar Suratman. =MXO
|
|
|