|
PEKANBARU — Perbuatan yang dilakukan tersangka Arianto (44) warga Jalan Adi Sucipto, Pasar Pagi Arengka ini tidak bisa ditiru. Pasalnya, pria yang mengaku mantan wartawan Tabloid Monitor ini telah melakukan pemerasan terhadap korban Punia (35) salah seorang pedagang sayur di Pasar Pagi Arengka.
Akibat perbuatannya, kini pria berkulit hitam manis ini terpaksa harus menjalani proses hukum dan ditahan dalam sel Mapoltabes Pekanbaru.
Informasi yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX di pihak kepolisian Poltabes Pekanbaru menyebutkan, peristiwa pemerasan itu dilakukan pria bertubuh gempal ini, Jumat (29/5) sekitar pukul 06.00 WIB di Pasar Pagi Arengka.
Pemerasan itu mulanya terjadi ketika warga Jalan Pakit Raya, Perumahan Sidomulyo ini sedang berjualan sayur di pasar pagi Arengka. Tiba-tiba datang pelaku untk meminta uang kepada korban sebesar Rp3.000 ribu untuk uang keamanan.
Namun ketika itu korban menolak untuk memberikannya. Merasa disepelekan korban, tersangka mencaci maki dengan kata-kata yang tidak sopan. Kemudian, tersangka juga sempat menampar korban.
Karena ketakutan, korban langsung menyerahkan uang kepada korban sebesar Rp3.000 ribu. Kemudian tersangka melarang korban untuk berjualan di pasar tersebut. Namun ketika korban sedang dibentak-bentak tersangka, datang suami korban mencoba melerai keributan tersebut.
Tapi apa yang didapatkan suaminya. Ketika itu tersangka langsung mengancam suami korban dengan pisau. Hal ini membuat korban ketakutan. Tidak terima atas perbuatan pelaku, korban langsung melaporkan kasus ini ke Mapoltabes Pekanbaru.
Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol Drs Berty Dame K Sinaga ketika di konfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim AKP Jon Wesly Arianto Sik mengatakan, pemerasan itu dilakukan tersangka bukanlah yang pertama kali. Tapi sudah sering terjadi di Pasar Pagi Arengka.
Menurut Kasat, tersangka Arianto ditangkap tim Sat Reskrim, Kamis (18/6) sekitar pukul 06.00 WIB di Pasar Pagi Arengka. Penangkapan itu tidak lepas dari informasi dari masyarakat.
‘’Sekarang tersangka sudah kita jebloskan ke hotel prodeo untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pokoknya setiap pelaku pemerasan yang meresahkan masyarakat harus ditangkap. Saya sudah menugaskan anggota untuk memburu semua pelaku pemerasan yang terjadi di wilayah hukum Poltabes Pekanbaru,’’ ujar AKP Jon Wesly. =MXD
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|
makan bangsa sendiri
Oleh: budi () Pada : 08-01-2010