Peras Pedagang, Preman Pasar Ditangkap
Jumat, 19 Juni 2009
 
PEKANBARU — Perbuatan yang dilakukan tersangka Arianto (44) warga Jalan Adi Sucipto, Pasar Pagi Arengka ini tidak bisa ditiru. Pasalnya, pria yang mengaku mantan wartawan Tabloid Monitor ini telah melakukan pemerasan terhadap korban Punia (35) salah seorang pedagang sayur di Pasar Pagi Arengka.
Akibat perbuatannya, kini pria berkulit hitam manis ini terpaksa harus menjalani proses hukum dan ditahan dalam sel Mapoltabes Pekanbaru.

Informasi yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX di pihak kepolisian Poltabes Pekanbaru menyebutkan, peristiwa pemerasan itu dilakukan pria bertubuh gempal ini, Jumat (29/5) sekitar pukul 06.00 WIB di Pasar Pagi Arengka.

Pemerasan itu mulanya terjadi ketika warga Jalan Pakit Raya, Perumahan Sidomulyo ini sedang berjualan sayur di pasar pagi Arengka. Tiba-tiba datang pelaku untk meminta uang kepada korban sebesar Rp3.000 ribu untuk uang keamanan.

Namun ketika itu korban menolak untuk memberikannya. Merasa disepelekan korban, tersangka mencaci maki dengan kata-kata yang tidak sopan. Kemudian, tersangka juga sempat menampar korban.

Karena ketakutan, korban langsung menyerahkan uang kepada korban sebesar Rp3.000 ribu. Kemudian tersangka melarang korban untuk berjualan di pasar tersebut. Namun ketika korban sedang dibentak-bentak tersangka, datang suami korban mencoba melerai keributan tersebut.

Tapi apa yang didapatkan suaminya. Ketika itu tersangka langsung mengancam suami korban dengan pisau. Hal ini membuat korban ketakutan. Tidak terima atas perbuatan pelaku, korban langsung melaporkan kasus ini ke Mapoltabes Pekanbaru.

Kapoltabes Pekanbaru Kombes Pol Drs Berty Dame K Sinaga ketika di konfirmasi Pekanbaru MX melalui Kasat Reskrim AKP Jon Wesly Arianto Sik mengatakan, pemerasan itu dilakukan tersangka bukanlah yang pertama kali. Tapi sudah sering terjadi di Pasar Pagi Arengka.

Menurut Kasat, tersangka Arianto ditangkap tim Sat Reskrim, Kamis (18/6) sekitar pukul 06.00 WIB di Pasar Pagi Arengka. Penangkapan itu tidak lepas dari informasi dari masyarakat.

‘’Sekarang tersangka sudah kita jebloskan ke hotel prodeo untuk menjalani pemeriksaan intensif. Pokoknya setiap pelaku pemerasan yang meresahkan masyarakat harus ditangkap. Saya sudah menugaskan anggota untuk memburu semua pelaku pemerasan yang terjadi di wilayah hukum Poltabes Pekanbaru,’’ ujar AKP Jon Wesly. =MXD
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 

2 dari 2 Komentar

makan bangsa sendiri

Oleh: budi () Pada : 08-01-2010

makan bangsa sendiri

Oleh: budi Pada : 08-01-2010

preman sekarang da gak pake otak, bangsa sendiri dijual buat kepentingan dirinya, belanja narkoba dari lapas, eh malah lapas pekanbaru jadi tempat paling aman buat nyimpan narkoba, klu orang2 lama masih idup udah dipancung kali pala lo!!!!!

 

Preman dihalaman sendiri nga keliatan

Oleh: ruslan () Pada : 19-06-2009

Preman dihalaman sendiri nga keliatan

Oleh: ruslan Pada : 19-06-2009

Jalan Mohammad Ali Kec Senapelan Yang dekat sekali dgn Poltabes diurus juga dong. 
 
Di jalan mohammad ali kec senapelan pekanbaru banyak preman/gank motor dengan leluasanya mengganggu ketentraman warga, dekat pula dengan rumah ketua rw nya lagi, jadi tanda tanya besar siapa lah yang mendalangi preman2 ini :) 
 
Diproses aja tuh perangkat masyarakat yang katanya untuk kerukunan warga tapi membiarkan preman2/gang motor bukan warga jln mohammad ali pula, merajalela 
 
MX tolong diliput dong itu

 

2 dari 2 Komentar



Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >