Honorer PU Tewas Dalam Parit
Jumat, 19 Juni 2009
 
PELALAWAN — Persiapan menjelang peresmian Istana Sayap Pelalawan yang direncanakan berlangsung, Jumat (20/6) diwarnai musibah. Seorang honorer Dinas PU Pelalawan Habibi (25) ditemukan tewas dalam parit Kelurahan Pelalawan Kecamatan Pelalawan. Kuat dugaan korban meninggal dunia karena penyakit ayan (epelipsi) yang dideritanya.
 Menurut berbagai sumber kepada Pekanbaru MX, Kamis (18/6) menyebutkan, peristiwa naas yang menimpa Habibi warga asal Bengkalis yang tinggal di Jalan Cinta Damai Pangkalan Kerinci terjadi sekira pukul 10.00 WIB kemarin.

Kala itu, korban yang diketahui pegawai harian lepas (PHL) Dinas PU ini sedang mengecat gapura menjelang pintu masuk ke Kelurahan Pelalawan. Perkerjaan yang dilakukan korban bersama rekannya ini terkait akan diresmikannnya Istana Sayap yang akan dihadiri langsung Gubri H M Rusli Zainal SE, MP dan Menteri Besar Melaka Datok Ali Rustam.

Habibi yang diketahui juga memiliki penyakit sawan (istilah warga,red) untuk penyakit ayan ini mengecat gapuran yang berada sebelah kiri. Sementara rekannya melakukan perkerjaan yang sama pada gapura sebelahnya. Jarak gapura dengan lokasi Istana Sayap yang akan diresmikan kurang lebih dua kilometer.

Sekitar pukul 10.00 WIB korban pergi kedekat parit yang jaraknya kurang lebih 1 meter dari gapura yang sedang dicat itu. Sementara rekan korban terus saja berkerja tanpa memperhatikan korban yang tidak kembali lagi ke gapura untuk melanjutkan perkerjaan.

Baru satu jam kemudian atau sekira pukul 11.00 WIB, rekan korban menjadi curiga karena Habibi tak kunjung muncul. Setelah didatangi parit tempat buang air kecil, tampak korban sudah tersungkur dalam posisi telungkup di dalam parit kecil berair itu.

Musibah itu lalu diberitahukan kepada rekannya yang lain. Sampai berita ini dirilis, jasad korban sedang dibawa menuju rumah duka di Jalan Cinta Damai Pangkalan Kerinci menggunakan ambulan dari Pelalawan.

Kapolres Pelalawan AKBP Wawan Setiawan SSt MK melalui Kapospol Pelalawan Bripka Idris Sumely mengatakan, berdasarkan keterangan saksi rekan korban saat mendatangi TKP, korban yang juga PHL Dinas PU yang sedang mengecat gapura meninggal karena penyakit ayan yang dideritanya.

‘’Meski keterangan saksi demikian, tapi kita tetap meminta visum dokter,’’ jelas Idris Sumely seraya mengatakan korban ditemukan setelah satu jam tak kembali dari buang air kecil. Korban ditemukan dengan posisi telungkup dan tidak bernafas lagi dalam parit yang berjarak kurang lebih satu meter dari gapura   yang sedang dicat serta kurang lebih tiga kilometer dari lokasi Istana sayap yang akan diresmikan.

Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Pelalawan Drs H T Azwir juga membenarkan terjadinya musibah itu.

‘’Tadi kami sedang rapat terkait peresmian Istana Pelalawan besok dan mendapatkan laporan adanya salah seorang yang sedang mengecat gapura meninggal. Penyebab dan kronologis pasti saya belum tau. Namun jelas kejadiannya memang ada,’’ kata Azwir.  =MXF
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >