|
TINDAKAN asusila semakin sering terjadi. Korban dari kebuasan nafsu setan itu justru kebanyakan anak dibawah umur. Setelah kasus sodomi, kini muncul kasus pencabulan terhadap seorang anak perempuan berumur di bawah lima tahun sebut saja namanya Bunga.
Balita malang itu diduga menjadi korban pencabulan. Kemaluannya diobok-obok seorang remaja berumur 14 tahun. Bahkan kuat dugaan, kalau pelaku adalah tetangganya sendiri.
Anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Pekanbaru kelompok kerja (Pokja) pengaduan, Juliantoni SPi kepada Pekanbaru MX, Rabu (17/6) di Kantor Polsekta Rumbai Pesisir mengatakan, kasus pencabulan anak di bawah umur itu secara resmi pengaduannya belum masuk ke KPAID Pekanbaru.
Namun kehadirannya di polsek sebatas membantu proses pemeriksaan. ‘’Korban yang didampingi orang tuanya telah melapor ke Polsekta Rumbai Pesisir. Kasus ini sekarang masih ditangani pihak terkait. Kita hanya sebatas mendampingi proses pemeriksaannya saja,’’ sebut Juliantoni.
Dijelaskan Juliantoni, dari keterangan korban yang masih berumur empat tahun setengah itu terjadi, Selasa (16/6) sekitar pukul 13.00 WIB. Kala itu korban sedang bermain di depan rumahnya yang berada di kawasan Rumbai Pesisir.
Asyik main sulung dua bersaudara ini kemudian dipanggil pelaku yang merupakan tetangganya. Karena kenal, korban mendekat. Selanjutnya korban dibawa ke dalam rumah. Tanpa basa-basi, pelaku yang tak lagi sekolah itu mempeloroti celana Bunga.
Dengan nafsu yang sudah berada di ubun-ubun pelaku lalu memasukkan jempol tangannya ke dalam kemaluan korban. Tak diketahui pasti berapa kali hal itu dilakukannya. Namun aksi biadap itu baru terbongkar malam harinya. Orang tua korban merasa curiga melihat tingkah anaknya.
Kala dimandikan, Bunga meringis dan mengeluh kesakitan di bagian kemaluannya. Mengetahui ada yang tak beres, Bunga kemudian didesak dengan pertanyaan.
Dengan polosnya Bunga kemudian menceritakan semua yang dialaminya. Setelah mengetahui anaknya dilecehkan secara seksual, malam itu juga orang tua korban melapor ke Poslekta Rumbai Pesisir. ***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|