|
Sungguh tragis insiden yang dialami seorang mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) bernama Am Hairul Amri (20) warga Desa Simpang Kubu, Kecamatan Kampar. Lelaki yang kuliah di Fakultas Tarbiah Jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) ini mengalami pecah kepala setelah digilas truk pembawa batu kerikil.
Kapolres Kampar AKBP MZ Muttaqin SH Sik yang dikonfirmasi melalui Kasat lantas Polres Kampar AKP Dedi Natta didampingi Kepala Unit Laka Iptu Hendri membenarkan peristiwa tersebut. “Korbannya telah kita evakuasi, dari hasil pemeriksaan sementara korban sepertinya tewas di tempat,”ujar Kasat Lantas Polres Kampar.
Informasi yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX, peristiwa tersebut terjadi Jumat (5/3) sekitar pukul 07.30 WIB, persis di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bangkinang. Ketika itu korban dengan sepeda motor Satria FU hendak ke pergi ke kampusnya di Pekanbaru, dengan tujuan mau mendaftar ulang. Naas diperjalanan nya korban dijempet sang ilahi.
Tak banyak saksi mata yang melihat kejadian itu. Hanya saja yang terdengar jelas ketika itu adalah suara dentuman keras yang memecah keheningan pagi itu. Mendengar suara tersebut warga lalu berhamburan ke luar rumah. Saat itulah warga melihat tubuh korban sudah menggelepar-gelepar di jalan.
Belum sempat diberi pertolongan, korban sudah menghembuskan nafas terkahirnya. “Kita tidak tahu persis bagaimana peristiwanya, hanya saja suara tabrakan cukupkeras sehingga banyak warga yang kaget,”ujar Ihsan, saksi mata yang melihat kejadian itu.
Saat ini pihak kepolisian Polsek Bangkinang telah mengamankan mobil naas tersebut, dan sang supir masih dalam pemeriksaan petugas. “Kita masih menunggu hasil pemeriksaan, jadi kita mohon maaf belum bisa memberikan nama supirnya,”ujarnya.
Belum Dijempat Hingga Jumat siang (5/3), mayat korban lakalantas yang terjadi di depan RSUD Bangking belum dijemput keluarga. Kemungkinan besar pihak keluarga belum mengetahui insiden yang menimpa korban.
Hal itu dibenarkan Kasat Lantas Polres Bangkinang AKP Dedi Natta didampingi Kepala Unit Laka Iptu Hendri. Menurut Kasat, pihaknya sudah berusaha menghubungi keluarga, kemungkinan sebentar lagi mereka sudah datang.
“Kita yakin sebentar lagi pihak keluarga pasti akan datang, mungkin karena jarak tempat tinggal cukup jauh, sehingga sedikit terlambat,”ujar kasat.*** |
|
|