PEKANBARU — Tanpa ada persetujuan dari pihak keluarga, Jon (26) korban lakalantas yang tercatat sebagai warga Jalan Garuda Sakti, Tampan, tangannya diamputasi oleh tim medis RSUD Arifin Achmad Pekanbaru
Saat ditemui Pekanbaru MX Senin (1/3) Harita (42) abang ipar korban mengatakan, sangat risau melihat tangan kiri adiknya diamputasi pihak rumah sakit tanpa sepengetahuan pihak keluarga.
‘’Sekarang kami tidak terima dan penuntut pihak rumah sakit. Atas dasar apa pihak rumah sakit memotong tangan adik saya. Padahal sejauh ini pihak rumah sakit tidak ada berkoordinasi dengan keluarga,’’ terang Harita.
Harita manambahkan, saat adiknya itu dioperasi di RSUD Arifin Achmad Pekanbaru, ia sedang mengurus dua jenazah temannya korban yang meninggal di tempat saat kejadian menabrak bus yang sedang parkir. Setelah urusan selesai, ia pergi ke RSUD Arifin Achmad, dan melihat adik iparnya berada dalam ruang operasi yang sedang menjalani operasi.
‘’Usai dioperasi eh, tahu-tahu tangannya sudah dipotong,’’ sesal Harita. Kabag Humas RSUD Arifin Achmad Pekanbaru Zainal Arifin SKM MKes ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX Selasa (2/3) mengatakan, bahwa pihaknya belum bisa memberikan keterangan karena masih dalam pengembangan dan sekarang masih dalam membuat laporannya bagaimana kronologisnya.
‘’Sekarang kami belum bisa memberikan keterangan kerana kami masih membuat laporan. Setelah mendapat laporan dari Kepala Pelayanan Medis, baru kami bisa memberikan keterangan,’’ kata Zainal Arifin SKM MKes. =MG10 |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|