Anak Gadis Dilarikan Cowok, Bapak Lapor Polisi
Sabtu, 13 Pebruari 2010
 
Seorang ayah bernama Edwin (52) warga asli Pariaman,  Sumatera Barat, Kamis (11/2) sekitar pukul 13.00 WIB, datang ke Polsek Rumbai untuk melaporkan anaknya bernama Ernawati (20) tidak pernah pulang ke rumah Mamaknya di Jalan Raya Minas-Pekanbaru. Diduga anak gadisnya ini dibawa lari oleh seorang pria yang tidak dikenal keluarganya.
‘’Anak saya namanya Ernawati, umurnya baru 20 tahun. Ia sudah hampir dua minggu tidak pulang ke rumah Mamaknya di sini. Informasi yang saya dapat, katanya dibawa oleh seorang pria. Saya juga tidak tahu pria yang membawanya, apakah pacar atau hanya teman biasa. Karena saya tinggal di kampung dan dia bersama Mamaknya di Pekanbaru,’’ ujar Edwin di Polsek Rumbai.

Edwin mengaku sudah lama tingga pisah dengan istrinya. Edwin tinggal di kampung sementara istrinya di Pekanbaru. Kemudian beberapa hari belakangan ini, Edwin mendapat informasi Ernawati tidak pernah pulang selama hampir dua pekan.

Mendengar kabar itu, Edwin langsung bergegas dari kampung ke Pekanbaru. ‘’Saya juga baru datang dari kampung dan saya tidak tahu banyak tentang anak gadis saya ini. Tapi, kata orang rumah (istrinya), dia pergi bersama pria tapi entah kemana perginya. Dan pria yang membawa lari itu tidak diketahui siapa tapi ada fotonya,’’ ujarnya.

Karena bingung, Edwin pun langsung ke Polsek Rumbai untuk melaporkan anaknya dibawa seorang pria. Bahkan Edwin saat itu membawa foto anak gadisnya dan foto pria yang membawa lari putrinya. Kapolsek Rumbai AKP Nelson Sipahutar membanarkan telah menerima laporan Edwin. Menurut Nelson, petugas akan berupaya melakukan pencarian terhadap Ernawati yang hilang, namun petugas akan terlebih dahulu mempelajari laporan sang ayah ini.  ‘’Laporan ini kita pelajari dulu, kemudian barulah kita melakukan tindakan,’’ tegasnya.=MXA
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >