|
Selain terdampar di Desa Titik Akar, Kecamatan Pulau Rupat Utara, Bengkalis ternyata 33 orang pengungsi Afganistan juga menjadi korban pemerasan yang diduga dilakukan tiga oknum Brimobda Riau yang bertugas PT Marita Makmur Jaya.
Dalam laporan yang masuk ke Polda Riau, pada saat kejadian ketika 33 pengungsi tersebut telah diamankan di Desa Titik Akar Kecamatan Rupat Utara, Bengkalis mereka didatangi tiga orang oknum polisi lengkap dengan senjata api laras panjang.
Kepada pengungsi yang lari dari negaranya yang tengah berperang ini, tiga oknum polisi tersebut meminta uang USD 3.200. Selain tiga oknum polisi, seorang satpam juga meminta uang Rp 2,9 juta.
Kasat Brimob Polda Riau, AKBP Reguel yang dikonfirmasi mengenai kasus tersebut mengatakan, laporan kasus tersebut masih dalam penyelidikan. ‘’Terus terang, saya baru mendengarnya sekarang ini. Namun bila benar laporan pemerasan tersebut sudah masuk ke Polda Riau, tentu nanti akan kita selidiki intensif. Saya akan tindak tegas anggota yang melakukannya,’’ tegas Reguel.
Seperti diketahui, 33 imigran asal Afganistan ini diamankan, Rabu (10/6) lalu. Saat ini mereka ditahan di Imigrasi Dumai. Mereka ditemukan warga dan polisi pada Selasa (9/6). *** |
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|
mencari ketenangan dalam keserak
Oleh: feriyanto () Pada : 19-06-2009