|
Diduga akibat keletihan sehingga penyakit sawannya (ayan) kambuh, seorang lajang Suku Akit (suku asli) Ahwat (18) tercebur ke laut, tepatnya di Sei Juling depan Kelenteng Panca Sakti Selatpanjang. Peristiwa itu terjadi usai korban, dan tiga penumpang pompong lainnya memuat sekitar 40 ekor babi yang dibawa dari Desa Bandul, Ahad (7/2) sekitar pukul 19.00 WIB.
Pencarian pun dilakukan, empat jam berselang, jasad warga Jalan Bangun Sari Dusun Bandul Sari, Desa Bandul, Kecamatan Merbau ini baru ditemukan. Korban yang dari mulutnya tampak keluar busa putih, sudah tak bernyawa lagi. Posisnya ditemukan, tak jauh dari lokasi tempatnya semula jatuh. Selanjutnya, korban dibawa ke RSUD Selatpanjang guna keperluan visum.
Kapolsek Tebing Tinggi AKP Suratman yang langsung turun ke tempat kejadian perkara (TKP) beserta beberapa personilnya kepada Pekanbaru MX mengatakan, setelah mendapat informasi adanya korban tenggelam, pihaknya langsung turun ke lokasi. Dibantu warga, pencarian pun dilakukan.
‘’Jasad korban sudah ditemukan. Guna keperluan visum, saat ini korban korban dibawa ke RSUD Selatpanjang. Malam ini juga rencananya mayat korban akan diserahkan ke pihak keluarga. Sebab, di tubuh korban tak ditemukan adanya unsur tindak kekerasan,’’ sebut Suratman.
Informasi yang berkembang di lokasi kejadian, pagi itu pompong yang mengangkut sekitar 40 ekor babi berangkat dari Desa Bandul dengan tujuan Selatpanjang. Saat itu korban bersama ayahnya Asin (54), pekerja lainnya Along (22) dan bos mereka Musbig alias Asa (54). Baru sampai di tujuan, sekitar pukul 16.00 WIB sore.
Setibanya di pelabuhan yang terletak di belakang gudang depan kelenteng tersebut, kapal bersandar. Setelah istirahat sejenak, puluhan babi bawaan, diangkut ke pelabuhan. Usai membongkar babi, Along memeriksa mesin. Saat itu dipompong ia bersama ayah korban.
Sementara korban dan bos mereka, naik ke darat. Sekitar pukul 19.00 WIB, Along melihat Ahwat datang. Tapi saat itu ia tak begitu menghiraukannya. Ia terus memeriksa mesin pompong. Lagi asyik bekerja, Along dikagetkan oleh suara seperti benda berat yang jatuh ke air. Beberapa saat barulah ia sadar bahwa korban sudah tercebur ke laut setelah melihat ada riak air. Tampak olehnya korban sudah berada di air dengan kondisi hampir tenggelam.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, Along berusaha meberikan pertolongan. Ia mencoba menggapai tubuh Ahwat, Tapi sayang, korban keburu tenggelam. Meski demikian, Along tak putus asa. Ia kemudian terjun untuk membantu korban. Tapi saat itu, tubuh korban tak lagi ditemukan.
Meski semula kasus itu terkesan didiamkan, namu kabar adanya orang tenggelam tersebut cepat tersiar. Pencarian pun dilakukan. Petugas kepolisian baru mendapat laporan beberapa jam setelah kejadian. Mendapat informasi itu, AKP Suratman beserta beberapa anggotanya langsung meluncur. Empat jam berselang sekitar pukul 23.30 WIB, korban ditemukan sudah tak bernyawa. Jasadnya kemudian dibawa ke RSUD Selatpanjang guna divisum. ***
|
|
|