|
PEKANBARU — Habis manis sepah dibuang, begitulah nasib RS (23) yang kini mulai menangis meratapi nasib malangnya. Apalagi setiap hari perutnya kian membuncit, tanpa ia tahu kemana pria bernama Ruslan (32), yang telah membuat tubuhnya berbadan dua itu menghilang.
Karena tidak bertanggung jawan itulah Rs yang merupakan warga Jalan Belimbing, Maparpoyan Damai, Pekanbaru ini melaporkan sang arjunanya ke Poltabes Pekanbaru. Kini Ruslan yang merupakan warga Jalan Gatot Subroto itu sedang dicari pihak kepolisian.
Seperti diketahui, Ruslan yang sudah beristri ini memadu kasih dengan RS, hingga kemudian RS hamil. Kini janin yang berada di rahinya itu terpaksa harus ditanggung sendiri, karena Ruslan sudah pergi entah kemana.
Merasa berat atas tanggungan itu, Senin (18/1) sekitar pukul 10.00 WIB korban mendatangi Mapoltabes Pekanbaru untuk melaporkan ayah dari janin yang dikandungannya itu dalam kasus perbuatan tidak menyenangkan.
Informasi yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX di Mapoltabes Pekanbaru menyebutkan, RS pergi kabur dari rumahnya sekitar bulan Agustus 2009 lalu bersama dengan Ruslan. Mereka memilih kabur, karena orang tua RS tidak menyetujui hubungan RS dengan pria beristri tersebut.
Namun karena sudah dimabuk asmara, RS tetap saja memilih untuk bersama pria tersebut. Hingga akhirnya, RS dan Ruslan kabur ke Selat Panjang. Selama beberapa bulan di Selat Panjang, RS tinggal serumah dengan Ruslan bagaikan suami istri.
Selama tinggal bersama, RS dan Ruslan telah melakukan hubungan layak suami istri. Padahal mereka belum ada ikatan pernikahan. Akibat hubungan terlarang tersebut, RS mengalami kemudian hamil.
Rupanya Ruslan tidak mau menanggung resiko. Pria ini memilih kabur dari kehidupan RS. Dengan rasa malu dan sakit hati atas pria yang pernah dicintainya itu, RS akhirnya memilih pulang ke rumahnya di Jalan Belimbing. Berkat bantuan keluarganya, kasus tersebut dilaporkan ke pihak Kepolisian.
‘’Laporannya sudah kami terima, dan kami masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut. Untuk sementara kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi termasuk korban sendiri. Pelaku kabur dari rumah kontrakan sejak awal Januari 2010,’’ ujar Kasat Reskrim. =MXD
|
|
|