|
PANGKALANKERINCI — Banjir di Kabupaten Pelalawan tidak saja menimbulkan kerugian materi seperti terendamnya ratusan hektar lahan perkebunan dan rumah warga, tapi banjir juga telah memakan korban jiwa. Alfin, bocah usia 9 tahun, murid SDN 007 Pangkalan Kerinci ditemukan tewas dalam gorong-gorong (box culvert) yang terendam banjir di Jalan Sultan Syarief Kasim, Pangkalan Kerinci.
Peristiwa sedih yang menimpa keluarga Amril (41), warga asal Aceh yang tinggal di Jalan Pepaya Gang Rahmat, Pangkalan Kerinci, terjadi Sabtu (2/1) sekitar pukul 17.00 WIB.
Kala itu, anaknya Alfian bersama sejumlah teman-teman seusianya pergi mandi di jalan yang terendam banjir itu. Sebenarnya jalan itu sejak beberapa hari lalu memang sudah ditutup dan dilarang melintas untuk semua jenis kendaraan karena dua jalur dijalan itu terendam banjir.
Tidak diketahui asal muasalnya, korban yang sedang asyik berenang di jalan yang sudah dipenuhi air itu tiba-tiba menghilang dari teman-temannya. Beberapa rekannya yang berusaha memanggil dan mencari korban tidak berhasil menemukan.
Kejadian itu lalu dilaporkan kepada orang tua korban yang kemudian melaporkan ke polisi. Upaya pencarian pun dilakukan di areal banjir tempat Alfian dan rekannya mandi. Ratusan warga dan polisi ikut terlibat dalam upaya pencarian itu namun sia-sia.
Baru pukul 21.30 WIB jasad korban ditemukan dalam gorong-gorong dalam keadaan tidak bernyawa lagi. Korban lalu divisum dan akhirnya diserahkan ke pihak keluarga.
“Dugaan sementara korban meninggal karena tenggelam di areal banjir,”terang Kapolres Pelalawan AKBP Ari Rahman Nafarin Sik melalui Kapolsek Pangkalan Kerinci AKP Iwan Lesmana Riza membenarkan peristiwa naas yang merenggut nyawa Alfian, murid SDN di Pangkalan Kerinci itu. =MXF
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|