Tolak Bercumbu, IRT Digimbal
Kamis, 24 Desember 2009
 
PEKANBARU— Ibu rumah tangga (IRT) Rovito (34) digimbal suaminya berinisial Sa (40). Gara-gara, sang istri menolak ajakan suaminya untuk bercumbu. Penolakan Rovito bukan tanpa alasan. Saat itu ia tak mau melayani karena suaminya itu sedang mabuk.
Akibat kejadian itu, warga Jalan Sidomulyo, Tampan ini mengalami lebam di bagian wajah. Tak hanya luka fisik, korba juga trauma. Sebab, suaminya yang marah sempat mengancam akan membunuhnya.

Tak terima diperlakukan demikian serta merasa nyawanya terancam, korban kemudian melaporkan kasus itu ke pihak yang berwajib.

Kabid Humas Polda Riau AKBP Drs H Zulkifli MH melalui Kasubid Dokliput Kompol Tengku Syahruddin SH kepada Pekanbaru MX, Rabu (23/12) mengatakan, kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu masih dalam penyelidikan. Kini pihaknya tengah melakukan pemeriksaan intensif.

Seperti yang dilaporkan korban, peristiwa KDRT itu terjadi, Selasa (22/12). Malam itu sekitar pukul 00.50 WIB, korban sedang tidur di rumah. Sedang lelap tidur, pulang suaminya dalam keadaan mabuk. Tapi itu tak dihiraukan Rovita. Ia terus melanjutkan tidurnya.

Baru mau terlelap, tiba-tiba Rovita merasa tubunnya ada yang memegang. Ia pun tersentak. Ternyata itu tangan suaminya. Karena suaminya itu dalam keadaan mabuk, Rovita cuek saja. Ia tak mau melayaninya.

Itu ternyata membuat pelaku marah. Pengaruh minuman keras menambah tinggi emosinya. Merasa dilecehkan sebagai laki-laki, ia jadi naik pitam. Tanpa basa-basi lagi, istrinya itu dihajar hingga lebam di bagian wajah.

Tak puas hanya memukul, pelaku yang sedikit mabuk mengeluarkan nada ancaman. Itu tentu membuat Rovita takut. Merasa tak terima, kasus itu pun dilpaorkannya ke aparat kepoilsian setempat. =MXO
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >