|
Guna mengungkap kasus penemuan bayi perempuan yang ditemukan tewas terapung di belakang barak PT Inhil Sarimas Kelapa (IKS) Sungai Sejuk, Desa Sei Gantang, Kempas, Kabupaten Inhil, Selasa (22/12), polisi kini masih melakukan penyidikan terhadap ibu korban yang diduga sebagai pelakunya.
Untuk mengungkap itu semua Polsek Kempas telah melakukan pemeriksaan dua orang saksi termasuk seorang ibu rumah tangga (IRT) Sopiah (36) yang menemukan pertama kali bayi malang tersebut.
Kapolres Inhil AKBP Achmad Kartiko SIK MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX melalui Kabag Bina Mitra AKP Robinson Saragih dan didampingi Kapolsek Kempas AKP Suwarno mengatakan, pihaknya masih menyebar kelapangan untuk menyelidiki pelaku. ‘’Pasca penemuan bayi tewas itu, pihaknya telah melakukan pemeriksaan sedikitnya dua orang saksi. Sementara bayi yang ditemukan sudah mulai membusuk telah di kebumikan,’’ ujarnya.
Ditambahkan, guna mempercepat mengungkap pelaku atau dari orangtua bayi itu, pihaknya juga telah menyebarkan informasi pada warga dan khususnya pada seluruh ketua RT yang berdomilisi di wilayah Kecamatan Kempas. ‘’Mudah-mudahan dengan upaya ini, pelaku segera terungkap,’’ ungkap AKP Suwarno mantan Kapolsek Sukajadi tersebut.
Seperti diberitakan, penemuan bayi malang itu pertama ditemukan oleh Sopiah Disaat sedang mencuci pakaian di pinggir sungai belakang mess kontainer PT ISK, Sei Sejuk, sekitar pukul 10.00 WIB. Namun saksi mata ini mulai curiga saat mencium bau tak sedap di pinggir sungai. Lalu berusaha mencari dari mana bau itu berasal. Tiba-tiba Sopiah dikagetkan sesosok mayat bayi sedang mengapung di sungai.
Tanpa pikir panjang Sopiah segera bergegas memberitahukan dengan sekuriti perusahaan PT ISK dan dilanjutkan melapor ke pihak berwajib. Maka bersama-sama warga dan petugas Polsek Kempas langsung melakukan evakuasi terhadap mayat bayi berjenis perempuan tersebut.
Setelah berhasil di evakuasi dari dalam sungai, mayat bayi malang itu dilarikan di Puskesmas Kempar untuk di visum. Korban terlihat dengan kondisi telanjang, kepala belakang kiri dan kanan serta dagu mengalami luka robek seperti disayat benda tajam. Usai divisum kemudian jenazah korban di bawa ke rumah Kepala Desa Sei Gantang untuk di semayangkan, sebelum di kebumikan di pemakaman umum di daerah tersebut.
Sementara bayi malang itu telah di kebumikan, tapi polisi masih terus berupaya untuk mengungkap pelaku yang diduga adalah ibu kandungnya. Karena tak terima dan malu melahirkan bayi dari hubungan gelap dengan pria idamannya yang tidak bertanggung jawab. *** |
|
|