|
Kepala Unit (Kanit) Reserse dan Kriminalitas (Reskrim) Polsek Sukajadi Iptu Ridwanto harus bergumul dengan Dedi (32), tersangka perampokan. Selain harus melawan dedi dalam duel sengit, keluarga korban juga ikut menghalang-halangi tugas polisi.
Drama penangkapan Dedi cukup menegangkan. Polisi harus bekerja ekstra untuk menangkap mantan nara pidana ini. Polisi harus melakukan pengintaian selama beberapa jam di sekitar rumah tersangka. Sekitar pukul 21.30 WIB, polisi langsung melakukan penangkapan.
Keluarga pelaku yang mengetahui jika pelaku hendak ditangkap malah melakukan perlawanan, ditambah gerakan pelaku yang gesit dan berusaha untuk kabur, sempat membuat polisi sedikit kerepotan. Bahkan Kanit Reskrim Iptu Ridwanto terpaksa bergumul dengan pelaku untuk memborgol tangannya.
Tentu saja Kanit Reskrim bukan lawan sebanding bagi Dedi. Mantan napi ini akhirnya diringkus dan diborgol setelah berhasil dijatuhkan.
Walau sudah diringkus, pihak keluarga pelaku masih terus merong-rong polisi. Karena tidak ingin buruannya lepas, dengan terpaksa pihak Reskrim Polsekta Tampan langsung melepaskan tembakan peringatan untuk menenangkan keluarga pelaku. Kini pelaku mendekam di sel Mapolsekta Sukajadi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Merampok Pedagang Penangkapan Dedi ini berawal dari aksi nekatnya merampok seorang pedagang bernama Widodo (27). Di tempat yang terbilang ramai, dirinya berani merampas tas berisikan uang senilai Rp9,4 juta milik Widodo saat sedang membeli barang dagangan.
Mantan napi yang berdomisili di Jalan Angkasa, Tampan ini rupanya tidak bekerja sendirian, dirinya bekerja sama dengan seorang pelaku lagi yang kini masih buron, yang saat itu bertindak sebagai Joki yang mengendarai sepeda motor Jupiter Z.
Menurut Kapolsekta Sukajadi AKP Agus Setiawan SE melalui Kanit Reskrim Iptu Ridwanto ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX menjelaskan, Senin (21/12) sekitar pukul 12.00 WIB, pelaku Dedi sedang minum kopi di sebuah kedai kopi di Jalan Cempaka.
Tiba-tiba pelaku lainnya, IW, datang dan memberitahu jika ada buruan di dekat mereka, keduanya lantas pergi ke sebuah toko kelontong masih di Jalan Cempaka depan SDN 009, Sukajadi.
Di situ keduanya mengamati korban yang merupakan warga Desa Petai, Kabupaten Kuansing, sedang memuat barang dagangan ke mobilnya, Sementara tas yang berisikan uang jutaan rupiah itu ditaruh di atas mobil jenis pick up tersebut.
Merasa punya kesempatan, pelaku Dedi langsung beraksi. Dengan cepat pelaku langsung menyambar tas milik korban. Namun aksinya tak semulus yang dibayangkan, korban sempat mengetahui niat buruk pelaku dan langsung mengadakan perlawanan, terjadilah tarik menarik antara pelaku Dedi dan korban yang dibantu oleh beberapa warga sekitar.
Mungkin karena lebih profesional dan kuat, pelaku dapat menumbangkan korban dan warga yang membantu. Pelaku lantas lari menuju ke pelaku IW yang menunggu dimotor. Keduanya lantas kabur entah kemana.
Korban yang terlihat shock langsung dibawa warga untuk melaporkan kejadian tersebut ke Mapolsekta Sukajadi. Pukul 15.00 WIB, begitu mendapat laporan pihak Reskrim Polsekta Sukajadi langsung turun ke lapangan mencari pelaku.
Setelah mendapatkan sinyal keberadaan pelaku, akhirnya polisi langsung menyebar dan hasilnya tempat tinggal pelaku dapat diketahui polisi pada petang harinya. Penangkapan itu sendiri dilakukan pada malam harinya. =Mg3 |
|
|
polisi mantap
Oleh: ucok baba () Pada : 07-02-2010