Pengakuan Tersangka:Sejak Berhenti Kerja, Saya Jadi Pengedar
Rabu, 23 Desember 2009
 
ImageYu (29) tampak begitu lesu saat berada dalam ruang Kanit Reskrim Polsekta Lima Puluh, Ipda Galih W Pradipta. Rambutnya yang lumayan panjang menutupi sebagian wajahnya.
Saat menjawab pertanyaan, suara dari mulutnya begitu rendah. Dia malu, terlebih jika anak-anaknya mengetahui bahwa dirinya mendekam di sel tahanan akibat terlibat psikotropika jenis sabu-sabu (SS).

Selasa (22/12) siang itu, pria yang mengaku telah memiliki tiga orang buah hati itu mengaku mengedarkan SS karena latar belakangi ekonomi. Keadaannya yang tidak memiliki pekerjaan, ditambah tuntutan menghidupi keluarga membuat dirinya menempuh jalan pintas.

‘’Saya pernah bekerja di salah satu tempat hiburan sebagai waiters. Tapi beberapa bulan yang lalu sudah berhenti. Sejak berhenti bekerja, saya memutuskan jadi pengedar,’’ ujar pria pemilik kulit sawo matang ini.

Sebelum ditangkap, dia mengaku mengambil barang haram itu dari seorang bandar lain berinisial Do sebanyak setengah jie. Dari jumlah itu, dia membuatnya menjadi enam sampai tujuh paket SS yang akan kembali dijual kepada pelanggannya.

‘’Barang yang lain sudah saya jual. Dan tiga paket yang ditangkap ini rencanya juga akan saya jual dengan harga per paketnya Rp200 ribu,’’ sebutnya.

Sama seperti tersangka narkoba lainnya, ketika sudah ditahan polisi, barulah ucapan penyesalan muncul. Begitu juga dengan Yu, dirinya mengaku menyesal dan akan berubah setelah keluar penjara nanti. ‘’Saya menyesal,’’ ucapnya.

Dia juga mengaku kenikmatan mengkonsumsi SS hanya sesaat dan menyarankan agar masyarakar tidak mengkonsumsinya. ‘’Enaknya hanya sebentar, habis itu badan kita yang dimakannya,’’ kata Yu seakan baru tersadar atas dampak negatif mengkonsumsi narkoba.

Menurutnya, sebelum berhenti kondisi ekonominya lumayan bagus dengan gaji yang cukup menghidupi keluarganya. Namun sejak beberapa tahun terakhir dunia hiburan yang mulai sepi membuat tempatnya bekerja harus mengurangi karyawan dan penghasilan yang tidak mencukupi lagi.

Disinilah awal petaka itu menimpa, karena kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sementara dirinya tidak punya keahlian lain akhirnya memilih jadi pengedar. Apalagi semasa bekerja dunia itu sudah akrab dengan kehidupannya.

Sekarang semua hanya tinggal penyesalan. Dan masyarakat luar yang belum terkena keburukan narkoba supaya bisa menjadikan kasusnya ini sebagai pelajaran dan tidak mencoba-coba mengikuti jejaknya yang sudah salah.  =MXN

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 

1 dari 1 Komentar

uuuuhhhhhhhhhhh

Oleh: nina () Pada : 27-12-2009

uuuuhhhhhhhhhhh

Oleh: nina Pada : 27-12-2009

malu2in

 

1 dari 1 Komentar



Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   



mXcomment 1.0.9 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >