|
Dengan menggenggam sebilan parang, Idris (27) datang ke rumah Ali (45) pamannya. Tanpa banyak bicara, Idris yang terlihat emosi membacok pamannya. Akibatnya, tangan korban nyaris putus disabet parang.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi di Parit 5 Desa Penjuru Kecamatan Kateman pada 22 Oktober lalu sekitar pukul 18.30 WIB. Pada saat itu, keluarga korban sempat membuat laporan ke aparat berwajib setempat namun pada akhirnya dicabut kembali karena pihak keluarga berupaya untuk menempuh cara damai. Mengingat, antara pelaku dan korban masih ada hubungan darah.
Kapolres Indragiri Hilir AKBP Achmad Kartiko melalui Kabag Bina Mitra AKP Saragih kepada Pekanbaru MX mengatakan, memang kasus ini pernah dilaporkan pada Oktober lalu. ‘’Kita sudah mendapat laporan, namun laporan itu dicabut oleh pelapor dengan alasan akan diselesaikan secara kekeluargaan.
Kemudian barulah pada 2 November lalu pihak korban melaporkan kembali kasus tersebut di Polres Indragiri Hilir atas penganiayaan yang dilakukan oleh keponakannya. Karena korban menilai pelaku mengingkari perjanjian damai yang telah disepakati.
‘’Saat ini pihak Polres akan segera melanjutkan laporan korban yang sempat terjadi tarik ulur untuk segera diproses sesuai koridor hukum yang berlaku,’’ujar AKP Saragih.
Informasi yang berhasil dirangkum Pekanbaru MX dari pihak keluarga korban mengatakan, pada saat kejadian seperti biasa sang paman lagi santai di serambi rumahnya. Tiba-tiba datanglah keponakannya di rumah korban.
Tanpa punya rasa curiga korban mempersilahkan pelaku masuk, tapi entah setan apa yang mengikutinya tiba-tiba pelaku langsung mengayunkan parang yang dibawa pelaku ke arah korban persis mengenai tangan kanan korban. Setelah berhasil melukai pamannya kemudian pelaku langsung pergi meninggalkan TKP.
Terkena sabetan parang, kontan korban langsung tersungkur merintih kesakitan. Tak berselang lama kemudian keluarga dan tetangga datang menolong korban yang sudah bersimbah darah untuk dibawa ke RS Sungai Guntung untuk mendapatkan penangann medis. Karena korban menderita cukup serius kemudian pihak keluarga membawa ke RSUD Puri Husada Tembilahan.***
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|