|
BANGKINANG— Belasan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat (Arak) kembali melakukan aksi di gedung DPRD Kampar, Rabu (18/11). Mereka mendatangi kantor wakil rakyat tersebut untuk menagih janji anggota dewan terhormat saol tuntutan agar Bupati dan pejabat Kampar harus berdomisili di Kampar.
Kedatangan massa Arak ini berbeda dengan sebelumnya. Tanpa ada alat pengeras suara dan juga spanduk. Namun, bukan berarti pertemuan berjalan santai, sebab massa tetap ada yang memukul meja.
Kemudian mereka diterima Wakil Ketua Komisi I, Miswar Pasai beserta anggota lainnya. Kemudian mereka kembali melakukan perundingan. Massa Arak kecewa sebab yang hadir dalam pertemuan tersebut sebagian bukanlah orang yang berkompeten untuk menjawab semua tuntutan para mahasiswa.
Miswar Pasai mengatakan pihaknya telah menyebarkan undangan kepada yang bersangkutan sesuai tuntutan massa termasuk Bupati Kampar. ‘’Kita sudah mengirimkan surat ke Bupati Kampar pertemuan beberapa waktu lalu,” katanya.
Perkataan Miswar tak digubris massa. Hal itu karena ketidakhadiran pihak-pihak yang berkompeten. Massa Arak pun sepakat pertemuan dijadwalkan kembali.
‘’Kita minta pertemuan Senin pekan lagi. Dengan catatan undangan sudah dikirim hari ini. Jangan sampai ada alasan - alasan teknis lainya,’’ ujar Daniel Hidayat koordinator aksi. Para anggota dewan pun sepakat dengan jadwal tersebut.
Dalam pertemuan itu nantinya hadir sekitar sembilan orang anggota dewan, baik dari komis I dan V. Perwakilan dari dinas - dinas yang ada di lingkungan Pemkab Kampar. Diantaranya dari perwakilan dari Dinas Cipta Karya. Kepala Dinas Pertambangan dan Energi turut hadir serta Kepala PLN Ranting Bangkinang juga hadir. =MG6
|
|
|
Komentar  |
|
|
|
|
Menambah Komentar
|