Pengendara Motor Babak Belur Dihajar
Selasa, 16 Juni 2009
 
NASIB Gatot Eko Setyanto (31) memang lagi apes. Hanya gara-gara  sepeda motornya nyaris bersenggolan, warga Jalan Tengku Bey, Perumahan Korem, Simpang Tiga, Bukitraya ini digimbal seorang pria yang diketahui berinisial Aa (35) warga Jalan Riau.
Akibatnya, bahagian tubuh korban babak belur hingga terasa nyeri khususnya kepala korban mengalami pusing. Tidak menerima aksi pria itu, Sabtu (13/6) melaporkan kejadian itu ke Poltabes Pekanbaru.

Kabid Humas Polda Riau, AKBP Drs Zulkifli MH ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, pelaku masih dalam penyelidikan. ‘’Setelah mengumpulkan keterangan saksi-saksi, anggota Satreskrim Poltabes Pekanbaru langsung menyelidiki kasusnya ke lapangan. Sampai saat ini, pelaku masih dalam buruan,’’ ujar Zulkifli.

Dijelaskan peristiwa itu dialami korban Kamis (11/6) sekitar pukul 20.45 WIB di depan Apotik Melur Jalan Melur, Sukajadi, Pekanbaru. Kala itu, korban yang sedang mengendarai sepeda motor melewati tempat kejadian perkara (TKP). Sedangkan pelaku yang mengendarai sepeda motor berbelok ke arah Jalan Lili, Sukajadi.

Karena nyaris bersenggolan, pelaku lalu meminta korban berhenti dan marah-marah. Tanpa mendengarkan penjelasan, pelaku yang telah emosi itu lalu melayangkan bogem mentah kebahagian tubuh korban dan bahagian kepalanya.

Akibatnya, bahagian tubuh korban terasa nyeri dan khususnya bahagian kepala korban sering terasa pusing. Hebatnya lagi, sudah memukuli korban, pelaku malah mengancam nyawa korban.

Untungnya, pada saat peristiwa itu, warga setempat yang mengetahui adanya pemukulan tersebut berusaha memberi pertolongan. Setelah kondisi tubuhnya sudah pulih, korban kemudian pulang ke rumah dan kemudian melaporkan kejadian itu ke Poltabes. ***

   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >