|
Bupati Kampar, Burhanuddin Husin mengatakan sengketa lahan yang berujung bentrok di Desa Kijang Rejo, Tapung, Senin (2/11) lalu yang mengakibatkan satu orang meninggal dunia disinyalir ada provokatornya. Untuk itu, Bupati pun mengharapkan pihak kepolisian dapat menyelesaikannya kasus ini hingga tuntas.
‘’Saya sangat menyesal kejadian bentrok tersebut. Saya baru tahu dari Kapolres pagi tadi,’’ ucap Burhanuddin Husin kepada Pekanbaru MX di sela-sela cara pembukaan Pekan Budaya di Lapangan Pelajar, Bangkinang, Rabu (4/11).
Orang nomor satu di Kota Serambi Mekkah ini menilai ada motif-motif tertentu dalam kasus tersebut. ‘’Saya kira ada motif-motif tertentu sampai ada korban jiwa dalam bentrokan tersebut,’’ ucapnya. Namun Burhanudin tidak merinci pihak mana yang ia tuding sebagai provokator dalam kejadian berdarah tersebut.
Bupati menambahkan dalam kasus itu Ia berharap agar kedua belah pihak yakni warga dengan pihak perusahaan harus bisa menahan diri. ‘’Kita harus hormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau tidak, maka akan terulang lagi,’’ katanya.
Sementara itu Kapolres Kampar, AKBP Muttaqien mengatakan berdasarkan kasus tersebut pihaknya telah menetapkan tiga tersangka. ‘’Sebelumnya dua tersangka yang ditetapkan. Setelah dilakukan penyidikan, maka tersangkanya bertambah satu orang lagi,’’ jelasnya.
Ditempat terpisah, Ketua Serikat Tani Riau (STR) Rinaldi SSos berharap kepada pihak kepolisian agar mengusut siapa otak pelaku yang membawa massa tersebut ke daerah lahan yang masih dalam sengketa saat ini. ‘’Pihak kepolisian harus cermat dalam menangani kasus ini. Otak pelaku harus diusut,’’ tegasnya.
Rinaldi juga mempertanyakan kedatangan massa dari koperasi TKI tersebut. Bila mereka anggota koperasi, harus ditunjukkan dengan kartu anggota serta bila sebagai pekerja, apakah ada surat keterangan dari dinas tenaga kerja.
‘’Status lahan kan masih belum ada kepemilikan. Sekarang masih dalam proses hukum. Ngapain massa koperasi datang dan polisi harus menangkap orang yang memobilisasi massa itu,’’ ungkapnya.
Bentrokan berdarah ini bermula ketika para pekerja kelompok Tani Koperasi Topas Karya Indah (TKI) yang berjumlah sekitar 25 orang melaksanakan aktivitas kerja di lahan yang masih sengketa tersebut. Pekerjaan itu sendiri dipimpin langsung Nazaruddin selaku kontraktor yang dipercayakan oleh anak peruasaan Surya Dumai Group.
Setelah 15 menit penggalian parit berlangsung, datang sekitar seratus warga dari arah Desa Kijang Rejo Kecamatan Tapung datang dengan tujuan melarang alat berat eskavator untuk beraktifita. Ketika itulah terjadi terjadi lempar melempar batu dan kejar mengejar sehingga bentrokan pun tidak bisa dihindarkan.
Salah seorang pria bernama Remon, warga Pekanbaru tewas ditempat ddengan kondisi memprihatinkan. Diduga ia dihakim warga. Pihak kepoliisan sendiri baru mengefakuasi mayat korban, Selasa (3/11).
Waktu itu jasad korban ditemukan di parit-parit yang ditutupi dengan papan. Pada bagian kepala korban ditemukan bekas pukulan benda tajam. Mayat korban pun saat ini sudah dikirimkan ke rumah sakit yang ada di Pekanbaru untuk dilakukan visum. ***
|
|
|