|
Anto...Di mana kamu Anto. Pulanglah nak, mamak di sini. Sudah lama kami di sini Anto. Teriakan Boru Pasaribu begitu menyayat hati. Membuat siapapun jadi iba mendengar ratapannya. Walau wajahnya terlihat sedih, tapi ia tak lagi menangis. Airmatanya seperti sudah habis. Tak lagi tampak menghiasi pipinya yang mulai cekung.
Wanita bertubuh kurus itu terus memandang parit Air Hitam bekas galian sedalam sekitar 2 meter. Sudah tiga hari ia di sana. Sebab, di tempat itulah anaknya, Herianto, bocah lucu yang masih duduk di bangku kelas enam sekolah dasar (SD), tenggelam.
Di sampingnya, duduk seorang pria bermarga Simanjuntak. Itulah suaminya. Pria bertubuh kecil itu tampak sedikit tabah. Ia terlihat asyik berbincang-bincang dengan warga yang berkerumunan di sana. Ada puluhan warga ikut setia menemani keluarga yang sedang berduka itu.
‘’Dia (korban) tenggelam, Ahad (1/11) sekitar pukul 13.00 WIB. Tapi baru diketahui sorenya sekitar pukul 17.00 WIB,’’ ujar Riski Siahaan, salah satu warga yang ikut menunggu hasil pencarian terhadap korban.
Dari informasi yang didengar, lanjut Riski, siang itu korban berenang di parit yang berada di Jalan Arengka II, Air Hitam, Payung Sekaki, bersama beberapa orang temannya. Kala itu abang korban, Dion juga ada. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba korban tak sanggup lagi mengapung di parit selebar kira-kira 2,5 meter itu.
‘’Dari yang saya dengar, abangnya (sudah duduk di bangku SMP) sempat memegang tangan Anto. Tapi ia tak sanggup mengangkatnya. Sebab, ia seperti ditarik,’’ tambah Riski.
Setelah menyadari adiknya tenggelam, Dion dan teman-temannya langsung kabur. Tapi bukannya pulang, mereka malah besembunyi. Takut untuk menyampaikan berita duka itu ke siapapun.
Sorenya Boru Pasaribu merasa khawatir. Sebab, anak tertuanya itu belum juga pulang. Diketahui, Boru Pasaribu merupakan istri kedua. Sebelum menikah dengannya, suaminya itu telah punya tiga anak. Bersamanya, mereka dikaruniai dua anak.
Akhirnya terbongkarlah dari mulut Dion kalau Anto telah tenggelam. ‘’Orang tu (teman-teman korban) takut mengasi tahu. Udah sorenya barulah diketahui kalau Anto tenggelam,’’ sebutnya lagi.
Bersama beberapa tetangganya, Warga Sidorukun, Payung Sekaki itu kemudian menuju lokasi tempat tenggelamnya Anto. Parit yang tembusnya ke Sungai Siak itu kemudian disisir. Tapi Anto tetap tak ketemu.
Polsek Payung Sekaki, tim Sar dari Brimob yang diberitahu, kemudian turun ke lokasi. Pencaria kemudian dilakukan. Tapi, jasad Anto tak juga ditemukan. Hingga Selasa (3/11) pukul 12.00 WIB, jasad korban masih misterius. =MXO
|
|
|