Penderita ISPA Meningkat Tajam
Selasa, 16 Juni 2009
 
Penderita Inspeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Kecamatan Bukitkapur, Kota Dumai terus meningkat. Terutama sejak kabut asap menyelimuti wilayah Dumai-Duri dan sekitarnya. Jika kabut asap terus terjadi hingga akhir Juni nanti, diprediksi penderita ISPA meningkat tajam.
Demikian diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kota Dumai, dr Agus Widayat pada Pekanbaru MX, Senin (15/6). ‘’Penderita ISPA di wilayah Dumai hingga kini masih kondusif, artinya tidak terjadi lonjakan penderita yang mengkhawatirkan. Namun jika kabut asap berlangsung hingga akhir Juni atau Juli, diprediksi akan terjadi peningkatan penderita ISPA yang sangat tajam,’’ ujar dr Agus.

Makanya terkait ancaman kabut asap, pihaknya jauh hari telah melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat akan bahaya kabut asap.

‘’Jika ada anak atau pihak keluarga yang mengalami ganguan pernafasan, hendaknya segera dilarikan ke Puskesmas terdekat. Karena kita telah memberikan pelayanan gratis terhadap masyarakat,’’ ungkap dr Agus.
Sesuai data yang diperoleh dari Puskesmas Bukitkapur, dimana pasien ISPA bisanya hanya di bawah 10 orang. Tapi sejak terjadi kabut asap, meningkat tajam menjadi 39 orang dalam sepekan dan diperkirakan akan bertambah kalau kabut tidak hilang.

Kepala Puskesmas Bukitkapur, Nuke Hartinah Setiati mengatakan, terhitung mulai dari 17-23 Mei 2009 penyakit ISPA terdaftar 33 orang, iritasi kulit 7 orang, iritasi mata 2 orang.

Sedangkan untuk 1 hingga 6 Juni yang merupakan terjadinya kabut asap mengalami peningkatan dari sebelumnya. ISPA mencapai 39 orang, iritasi kulit menurun dan radang mata meningkat hingga 5 orang, yang korbannya banyak terjadi pada anak-anak. Hal itu di luar dari data poliklinik dan tempat-tempat prakter yang ada di wilayah Bukitkapur.

‘’Kabut asap, jika terhirup manusia segera akan memberikan reaksi peradangan pada pernapasan. Lama kelamaan akan menyebabkan penyempitan pada saluran pernapasan sehingga sistem kerja pernapasan manusia terganggu, sehingga fungsi organ yang lainpun tidak berjalan sesuai dengan fungsi normalnya,’’ jelas dr Nuke.

Menurut Nuke, warga yang paling rentan terkena asap adalah mereka yang pernah menderita penyakit asma dan alergi. Kalau TBC lebih dipengaruhi oleh kuman. Diprediksi, dalam sepekan mendatang jika asap dan kemarau masih berlangsung maka penderita ISPA akan meningkat terus.

Untuk mengurangi dampak asap terhadap kesehatan maka dianjurkan kepada masyarakat untuk dapat menggunakan masker pengaman, jika akan keluar dari rumah. Dan kain masker itu pun harus dibasahkan dengan air agar debu tidak masuk ke dalam hidung.

‘’Pada malam hari, diimbau kepada masyarakat agar mengurangi aktivitasnya untuk keluar rumah. Sebab malam hari, kabut asap lebih banyak dari siang hari,’’ ungkapnya.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >