Bawak Anak Berobat ke RSUD Dumai, Dokter Tak Masuk, Anggota DPRD Meradang
Rabu, 04 November 2009
 
Keluhan masyarakat terkait lemahnya pelayanan di RSUD Dumai tak hanya menjadi pembicaraan masyarakat di beberapa tempat. Seorang anggota dewan juga ikut merasakan buruknya pelayanan yang terjadi di RSUD tersebut.
Kekesalan Hj Jufrida, anggota Komisi II DPRD Kota Dumai berawal, Sabtu (30/10) ketika ia membawa anaknya berobat ke RSUD, lantaran telinga putrinya itu mengalami pendarahan yang terjadi selama tiga hari.

Namun alangkah kesalnya Hj Jufrida ketika diketahui dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) yang seharusnya siaga tidak berada di tempat. Kebelakangan diketahui bahwa dokter yang berinisial SM pergi ke luar kota untuk menghadiri acara simposium. Kekesalan ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Dumai ini makin memuncak karena dokter tersebut tidak dapat dipastikan kapan kembali ke Dumai.

‘’Saya sangat heran dengan ulah dokter yang satu ini. Dalam sebulan ini sudah beberapa kali mengikuti simposium. Baru saja menghadiri acara simposium di Eropa sekarang pergi lagi dengan acara yang sama di Palembang. Menutut ilmu memang bagus untuk menambah keahlian, namun tugas pokok jangan sampai ditinggalkan. Saya sebelumnya juga PNS. Kalau asyik dengan simposium kapan melayani masyarakat,’’ beber Jufrida.

Untuk itu, Jufrida meminta agar Direktur RSUD segera mengatur stafnya. ‘’Jangan seenak saja stafnya tak masuk kerja dan meminta izin untuk tidak masuk kerja. Permasalahan ini bukan yang pertama terjadi. Jangan mentang-mentang satu-satu nya dokter THT di Dumai lantas bisah bertingkah dan berbuat semena-mena. Permasalahan ini harus segera disikapi oleh pemerintah yang katanya mengutamakan pelayanan kepada masyarakat. Bagaimana mau memberikan pelayanan yang baik kalau sering tidak ada di tempat,’’ ujarnya.

Direktur RSUD Dumai Hj Azrida ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX, Selasa (3/11) membenarkan adanya anggota DPRD yang menyesalkan tentang keberadaan dokter spesialis tersebut. Keberangkatan dokter spesialis THT tersebut memang meninggalkan izin, namun saya sebagai pimpinan tidak pernah memberikan izin untuk keberangkatan simposium ke Palembang tersebut. ‘’Eh yang bersangkutan sudah berangkat duluan,’’ sebutnya.

Diakui Mantan Ketua BNK Dumai ini, dokter THT memang memiliki kebiasaan keluar kota. Bahkan pada akhir masa jabatan direktur yang lama, beliau pernah mendapatkan surat peringatan (SP) pertama karena kebiasaannya meninggalkan tugas di RSUD.***
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >