Listrik Padam, Rancangan Tatib DPRD Tertunda
Rabu, 21 Oktober 2009
 
SIAK — Sudah dua pekan lamanya listrik di gedung rakyat Panglima Ghimbam DPRD Siak yang bersumber dari mesin listrik interkoneksi Pemkab Siak tidak menyala. Akibatnya aktivitas di sekretariat dewan maupun anggota dewan menjadi terganggu. Bahkan pembahasan rancangan tata tertib (Tatib) dewan mengalami penundaan sampai beberapa kali.
Rencana pembahasan yang diperkirakan hanya memakan waktu dua hari selesai dibahas, tapi karena listrik di Kantor DPRD Siak tidak hidup maka pembahasanya menjadi molor. Apalagi hasil pembahasan Tatib dewan ini harus dirangkum dalam sebuah naskah sebelum disahkan melalui sidang paripurna dewan.

‘’Kegiatan kita menjadi terganggu, bahkan pembahasan Tatib bersama Tim Panmus Tatib dewan tertunda dan tentunya hasil pembahasan ini harus kita ketik lagi, tapi komputer di DPRD Siak tidak bisa dihidupkan,’’ tegas H Syahrul SIP, Wakil Ketua DPRD Siak, Selasa (20/10) usai mengikuti pembahasan Rancangan Tatib  di Kantor DPRD Siak.

Menurutnya Syahrul, kondisi listrik di DPRD tidak hidup sudah terjadi sejak dua minggu lalu. Bahkan pada saat penetapan pimpinan DPRD defenitif dan juga fraksi-fraksi juga beberapa kali mengalami penundaan dan akhirnya tanpa lampu tetap dilaksanakan.

Dikatakan Syahrul, melihat kondisi listrik di DPRD Siak  sangat memprihatinkan, sudah mengganggu kerja anggota

dewan, maka perlu ada solusi dari Pemkab Siak. Apalagi anggota dewan sekarang baru saja dilantik tentunya harus menunjukan kinerja yang serius. Tapi jika kondisi listrik seperi ini  sekarang, maka pembahasan Tatib dan pengesahan komisi-komisi serta pekerjaan lain menjadi terganggu.

Syahrul berharap, jika mesin listrik interkoneksi tidak bisa difungsikan karena mengalami kerusakan serius, maka diminta kepada Pemkab Siak untuk mengembalikan mesin yang lama ke DPRD Siak agar dikelola sendiri. Karena jika ini dibiarkan terus menerus akan berakibat terhadap pelayanan internal maupun eksternal di dewan.

‘’Kita minta Sekdakab Siak segera mencarikan solusi, jangan biarkan kami kesulitan dan kepanasan akibat listrik di kantor mati,’’ tegasnya.
Sementara itu pembahasan rancangan Tatib DPRD Siak yang dipimpin Ketua Tim Panmus Tatib H Abdul Muis Usman SPdi di ruang rapat paripurna DPRD Siak berlangsung tertutup. Pembahasan yang berlangsung selama dua jam hanya membandingkan rancangan Tatib yang akan disahkan menjadi Tatib dengan draf Tatib dewan sebelumnya.
‘’Kita hanya membahas secara cepat, karena sebelumnya di dewan ini sudah ada acuan Tatib, makanya kita memperkirakan dua hari selesai kita bahas,’’ ujar Abdul Muis.
Tapi karena kondisi listrik di Kantor DPRD Siak mati, maka  pembahasanya menjadi lambat. Bahkan hasil pembahasan rancangan  tidak bisa secara langsung di buat drafnya, karena komputer tidak menyala.
Ditambahkannya, setelah pembahasan Tatib ditingkat Panmus Tatib ini rampung, maka seluruh tim akan melakukan studi banding ke Depdagri di Jakarta. Selain itu juga melakukan studi banding ke DPRD DKI Jakarta, karena di DPRD DKI Jakarta sudah lebih dulu siap pembahasanya. Jadi dengan adanya perbandingan itu maka sebelum rencangan Tatib ini disahkan menjadi Tatib dewan pembahasanya harus dengan matang. =mxg
   
Send to friend
Related articles

Komentar  RSS feed comment
 

 


Menambah Komentar
Nama
E-mail
Judul  
Comment
 
Maksimal Karakter: 600
   Konfirmasi ke E-Mail
   
   

Tidak ada komentar



mXcomment 1.0.9 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Sebelum   Berikut >