|
RUMBAI— Seorang buruh angkut, Dasmar (31) harus berurusan dengan polisi. Sebab, pria lajang yang di sakunya ditemukan kartu Satgas Munas Golkar tersebut kepergok warga sedang ngeten alias ngintip orang mandi, Senin (12/10). Padahal wanita bernama Lidia yang diintipnya itu, usai melahirkan anak pertamanya delapan hari lalu.
Kapolsekta Rumbai N Sipahutar melalui Kanit Reskrim Iptu Fridolin Nababan ketika dikonfirmasi Pekanbaru MX mengatakan, kasus tersebut kini sedang ditanganinya. Pihak-pihak terkait tengah dimintai keterangan.
Kisah tersebut bermula ketika pagi itu Lidia yang belum bisa ngapa-ngapain karena belum lepas hari usai melahirkan alias nifas, dimandikan suaminya, Irfan. Kondisi ibu satu anak ini memang tanpa sehelai benang di tubuhnya.
Ketika tubuh diguyuri air, warga Jalan Yos Sudarso Gang Hero, Sri Meranti, Rumbai ini merasa ada sesuatu yang aneh. Kebetulan rumah mereka memiliki kolong. Ketika mata tertuju ke sela-sela lantai, terlihat sepasang mata yang sedang asyik mengintip.
Sontak Lidia terperanjat. Apa yang dilihatnya itu disampaikan ke suaminya. Secepatnya, Irfan menuju tempat yang dimaksud. Ternyata benar, sesosok pria yang tak dikenal berusaha melarikan diri dan terlihat baru keluar dari kolong yang tempatnya persis di kamar mandi mereka.
Melihat pelaku berusaha kabur, Irfan lalu menjerit sekuat tenaga. Teriakan itu mengundang perhatian warga sekitar. Lalu bersama-sama mereka mencoba mengejar Dasmar. Sekitar 50 meter jaraknya, pelaku berhasil ditangkap. Selanjutnya, pria yang belakangan diketahui sebagai warga Jalan Yos Sudarso Gang Perdamaian, Rumbai ini diserahkan ke Polsekta Rumbai.
‘’Semula kami kira ada maling. Sebab, di daerah itu memang sering kehilangan duit, HP dan barang-barang lain. Ee rupanya orang ngintip. Saat ditangkap warga, resleting celana dia (pelaku) masih terbuka. Mungkin dia onani,’’ jelas ketua RT4/RW4, Sri Meranti, Rumbai, Idris.
Setibanya di Kantor Polsekta Rumbai, seluruh mata petugas tertuju ke arah pelaku. Rupanya, belum lama ini tepatnya sekitar lima bulan lalu, Dasmar juga diserahkan warga ke Polsekta Rumbai dengan kasus yang sama. Pantas saja para petugas sepertinya sudah tak asing lagi dengan wajah pria lajang tersebut.
Memang Ingin Ngintip Ketika ditanyai, Dasmar bungkam seribu bahasa. Ia tak mau berkata apa-apa soal perilaku menyimpangnya yang suka mengintip itu. Tapi setelah didesak terus, ia akhirnya berujar. ‘’Saya dari rumah keluar memang mau ngintip,’’ ujarnya pelan.
Dasmar menceritakan, ia memang tak kenal wanita yang diintipnya itu. Pagi itu, ia keluar dari rumah, kemudian naik oplet menuju tempat kejadian perkara (TKP). Semula ia pun tak mengetahui tempat yang akan dijadikan sasaran. Tapi ia nekat saja melangkah dan melintasi jalan setapak yang melewati belakang rumah orang.
Tiba-tiba langkahnya terhenti. Telinganya mendengar suara percikan air. Feeling-nya kuat, suara air itu dipastikan dari orang yang sedang mandi. Setelah didekati, ternyata benar. Ada sepasang suami istri yang sedang berada di kamar mandi.
Kebetulan rumah wanita yang baru melahirkan itu memiliki kolong. Untuk memuluskan aksinya, ia lalu masuk ke sana. Belum lama menyaksikan tubuh wanita yang sedang dimandikan suaminya itu, aksi Dasmar ketahuan. Akibatnya, ia pun ditangkap warga dan diserahkan ke polisi.
Diakuinya, baru dua kali dia melakukan hal yang tak wajar itu. Kedua kalinya juga ia harus berurusan dengan polisi. Tapi Dasmar membantah kalau itu kebiasaan. Ia mengatakan kalau itu hanya kebetulan. ‘’Saya tak sempat nengok. Baru dekat sudah ketahuan,’’ katanya membela diri.
Psikolog: Perlu Terapi Khusus Kebiasaan Dasmar mengintip merupakan tindakan penyimpangan dan salah satu gangguan kejiwaan, terutama di bidang seksualitas. Istilahnya voyeurisme atau mendapatkan kepuasan setelah mengintip.
Demikian dikatakan seorang Psikolog, Didik Kusnasdi MPsi kepada Pekanbaru MX. Biasanya, lanjut Didik, kecendrungan ingin melakukan hal itu terjadi secara terus menerus. Seperti ingin ngintip orang mandi, ganti pakaian, tidur, hubungan seksual.
Hal itu dilakukan untuk mendapatkan kepuasan. Memang, biasanya pengidap gangguan ini akan mendapatkan kepuasan setelah melakukan hal tersebut. ‘’Ini termasuk gangguan,’’ ujar Didik mengawali.
Biasanya lagi, tambah Didik, seseorang tak akan menyadari kalau ia mengalami gangguan ini. Namun jika sudah mengalamai kecendrungan ingin mengintip, dan kecendrungan itu terus menerus, maka orang itu sudah mengidap voyeurisme.
‘’Pengidap kelainan ini ingin terus menerus memuaskan hasrat seknya dengan mengintip. Kalau orang normal kan biasanya terjadi secara insidensial, buak disengaja,’’ katanya.
Secara sederhana, pengidap kelainan ini bisa disembuhkan dengan berbagai cara. Misalnya, jika dia lajang, maka dianjurkan supaya cepat menikah serta diberi pemahaman tentang kesalahan yang diperbuatnya.
Namun jika tak juga bisa, tambah Didik, maka pengidap gangguna ini perlu mendapat terapi khusus seperti datang ke psikolog atau orang ahli yang bisa menangani kelainan ini. ‘’Itu solusinya,’’ tutup Didik. =MXO
|
|
|