|
Jumat, 19 Juni 2009 |
|
Pria baik hati yang berprofesi sebagai wartawan itu menyarankan agar aku pulang ke kampung. Aku menolak, karena di kampung juga kami tak punya apa-apa. Kedua adik perempuanku sudah tak jelas kabarnya. Lagipula kami tak punya uang untuk kembali ke sana. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Kamis, 18 Juni 2009 |
|
ENTAH untung entah buntung, saat uangku ludes aku berkenalan dengan seorang janda kaya raya bernama Susi. Suaminya meninggal dengan mewariskan perusahaan kue yang cukup maju. Usianya memasuki 45 tahun dengan anak 5 orang. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 17 Juni 2009 |
|
Hidup itu bagaikan roda yang terus berputar. Kita, seumpama seekor semut yang duduk di tepian ban, naik-turun tanpa daya seiring berjalannya ban yang melambangkan aliran waktu. Kadang semut yang pasrah itu di atas, kadang ia di bawah. Tergantung usahanyalah jika ia ingin tetap di atas. Ia harus terus berlari mengikuti kecepatan perputaran ban. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Selasa, 16 Juni 2009 |
|
Sayang Semua OrangMeski tak pernah cuti, aku tak pernah masuk kuliah. Kebanyakan waktuku dihabiskan dengan pulang ke Pekanbaru. Bahkan jika aku kembali ke Yogyakarta, aku hanya bermain-main setiap hari. Aku sudah menyerah dengan hidup. Toh, usiaku tak lama lagi. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 21 22 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 81 - 84 dari 85 |