|
Sabtu, 05 Juni 2010 |
|
Sebut saja aku Neni (24), niatku pertama datang datang ke kota P ini hanyalah untuk merubah nasib agar lebih baik, namun justru sebaliknya yang aku alami. Derita, tragedi bahkan serangkaian peristiwa tragis kerap kuterima dari keluarga majikanku, higga akhirnya ku tak kuat dan kabur. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Rabu, 02 Juni 2010 |
|
Sejak itulah aku berpikir betapa ‘kepedulian’ keluarga terhadap Mbak Rani sudah kebablasen. Pemberontakanku adalah mulai lari ke luar. Dan bertemulah aku dengan mas Doni tempat aku curhat. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Sabtu, 08 Mei 2010 |
|
Setelah kejadian itu aku menghindarinya, meski dia meminta maaf dan selalu membawakanku hadiah. Aku merasa jijik, tersakiti, tertipu, dan dihinakan. Tidak pernah mau kuterima telepon, kedantangannya, apalagi permintaan maafnya. Di hatiku telah tertaman kebencian dan kian subur tiap dia datang untuk meminta maaf. |
|
Selengkapnya...
|
|
|
Jumat, 07 Mei 2010 |
|
Pernikahanku tidak berjalan mulus. Kesalahpahaman, pertengkaran, ancaman cerai, menjadi makanan rutin. Aku terbelengku antara keinginan berpisah dan ketakutan kehilangan anak-anak. Apakah mungkin semua ini karena ketiadaan restu orang tua? |
|
Selengkapnya...
|
|
|
<< Awal < Sebelum 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Berikut > Akhir >>
|
| Hasil 37 - 40 dari 85 |